Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

POLITIK · 25 Feb 2025 14:30 WIB ·

Strategi Wali Kota Kupang Jaga Alam di Akmil Magelang


					Strategi Wali Kota Kupang Jaga Alam di Akmil Magelang Perbesar

Magelang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Lembah Tidar menjadi saksi bisu transformasi kepemimpinan para kepala daerah di Indonesia. Pada hari ketiga Retret Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Minggu (23/2/2025), Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menekankan bahwa masa depan ekonomi daerah sangat bergantung pada cara pemimpin menjaga keseimbangan alam.

Berbeda dengan format seminar biasa, dr. Christian Widodo bersama para pemimpin daerah lainnya digembleng sejak pukul 07.00 WIB melalui apel pagi yang sarat kedisiplinan militer. Agenda ini bukan sekadar baris-berbaris, melainkan pembekalan intelektual tingkat tinggi dari Lemhannas dan Kementerian Keuangan untuk mencetak pemimpin yang tangguh secara fiskal dan visioner dalam mengelola lingkungan.

Alam Sebagai Fondasi Pembangunan
Dalam sesi pemaparan Lemhannas, dr. Christian Widodo menyoroti poin krusial: pengelolaan sumber daya alam (SDA) tidak boleh lagi dipisahkan dari kebijakan pembangunan daerah. Baginya, mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa mempertimbangkan konservasi adalah langkah yang merugikan di masa depan.

“Setiap daerah punya tantangan unik. Kebijakan berbasis keberlanjutan adalah investasi jangka panjang. Hasilnya bukan cuma soal angka ekonomi, tapi juga warisan lingkungan bagi anak cucu kita,” tegas dr. Christian.

Sinkronisasi Anggaran Bersama Sri Mulyani
Setelah sesi lingkungan, atmosfer retret semakin intens saat Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memaparkan strategi pertumbuhan ekonomi nasional. Sesi ini menjadi sangat vital bagi Kota Kupang dalam menyinkronkan pengelolaan fiskal daerah dengan kebijakan pusat agar program pembangunan berjalan tepat sasaran.

Sebagai penutup, seluruh kepala daerah diwajibkan mengikuti Pre-Test dan Building Learning Commitment (BLC). Tahapan ini dirancang untuk memastikan bahwa komitmen kepemimpinan yang dibangun di Akmil bukan sekadar wacana, melainkan rencana aksi nyata yang siap diterapkan begitu kembali ke daerah masing-masing.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Satu tanggapan untuk “Strategi Wali Kota Kupang Jaga Alam di Akmil Magelang”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gelombang Gen Z Guncang Benteng Petahana Desa Tamansari

20 September 2026 - 18:26 WIB

Peta Senyap di Karanghaur: Menakar Realitas Politik Panggung Desa

16 September 2026 - 16:15 WIB

Fraksi PDI Perjuangan-PKB Sampaikan Pandangan Umum terhadap Ranperda Perubahan APBD Sumbar 2026

15 September 2026 - 19:48 WIB

Saat Sirene Pemilu Padam, Advokasi Kaum Akar Rumput Menyala

30 Juli 2026 - 22:23 WIB

PDI-P Dorong Ronaldo Asury Maju Pilkada Malaka 2030

26 Juli 2026 - 14:23 WIB

Membangun Sumatra Barat dari Kekuatan Identitas Budaya Nagari

19 Juli 2026 - 21:50 WIB

Trending di POLITIK