Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

DESA · 14 Feb 2025 07:40 WIB ·

808 Desa di Kalimantan Selatan Berstatus Mandiri pada Awal Tahun 2025


					808 Desa di Kalimantan Selatan Berstatus Mandiri pada Awal Tahun 2025 Perbesar

Banjarmasin [DESA MERDEKA] – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat sebanyak 808 desa dari 1.871 desa di daerah itu telah berstatus sebagai desa mandiri per awal tahun 2025.

Kepala DPMD Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah, saat dikonfirmasi di Banjarmasin pada Kamis, mengatakan bahwa 844 desa lainnya telah berstatus sebagai desa maju, dan sisanya masuk kategori berkembang.

“Dengan pencapaian 88 persen desa mandiri dan maju, maka Pemerintah Provinsi Kalsel fokus ke depan untuk mengangkat desa yang masih berkembang,” kata Faried.

Faried menjelaskan bahwa DPMD Provinsi Kalsel terus berupaya meningkatkan kemandirian dan kemajuan perdesaan melalui Rapat Koordinasi dan Forum Perangkat Daerah 2026, guna membahas strategi untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Kalsel, H. Muhidin.

Faried juga mengungkapkan bahwa status desa di daerah terbagi menjadi lima kategori, yaitu tertinggal, sangat tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri.

Selain kemandirian dan kemajuan desa, Faried menyebutkan pentingnya ketahanan pangan melalui alokasi minimal 20 persen dari dana desa untuk mendukung program swasembada pangan nasional tersebut.

“Kalsel diharapkan dapat berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional,” ujar Faried.

Oleh karena itu, Faried mengungkapkan perlunya pemantauan dan penyelesaian kendala yang dihadapi di lapangan agar setiap desa dapat melaksanakan amanah dengan baik.

Dinas PMD Kalsel juga berkomitmen memberikan pendanaan untuk membantu pengembangan desa serta mempercepat pembangunan fisik dan ketahanan bencana melalui bidang pengembangan kawasan perdesaan.

“Dengan pendekatan ini, diharapkan status desa dapat meningkat secara akumulatif, baik dari aspek ekonomi maupun lingkungan,” kata Faried.

Faried juga sempat memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota dengan penyaluran dana desa tercepat, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Banjar, dan Barito Kuala (Batola).

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sutrisno Nahkodai PPDI Gondang: Era Baru Inovasi Birokrasi Desa

17 Januari 2026 - 15:11 WIB

Bukan Sekadar Musyawarah, PPDI Kauman Siapkan Amunisi Kesejahteraan 2031

17 Januari 2026 - 14:50 WIB

Ironi Dana Desa Simpang Jelutih: Anggaran Besar, Bendera Sobek

17 Januari 2026 - 11:56 WIB

Lahan Tidur Labone Bangkit, Siap Sukseskan Program JATI Muna

17 Januari 2026 - 08:12 WIB

Desa Bukan Lagi Penonton: Revolusi Kemandirian dari Akar Rumput

17 Januari 2026 - 04:06 WIB

Tiga Desa di Rejang Lebong Terancam Tak Gajian dan Dipidana

17 Januari 2026 - 03:18 WIB

Trending di DESA