Desa Merdeka – Ambon : Setelah  berhasil  mempromosikan  produk unggalan  yahap  pertama bulan Juli  yang lalu  dari ekonomi kreatif Klasis GPM  Piru  Kabupaten seram Bagian Barat, kembali lagi  Yayasan Ambonnesia Fondation membuat Gebrakan kedua.

Gebrakan kedua ini untuk memperkenkan kepada masyarakat kota Ambon dan sekitarnya  bahwa Klasis-Klasis GPM yang berada dalam kepengawasan Sinode Gereja Protestan Maluku sementara menggalang potensi sumber daya alam  dilingkungan pelayanannya.

Gebrakan dan promosi ini diperkirakan akan menembus pasar local ketingkat Nasional dengan mempersembahkan Produk Unggulan dan Hasil Bumi yang ada dalam lingkungan Klasis-Klasis GPM. Kali ini giliran Klasis GPM Pulau-Pulau Lease kabupaten Maluku Tengah, Klasis GPM Tanimbar Utara, Klasis Tanimbar Selatan  Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Klasis Seram Barat Piru  Kabupaten Seram Bagian Barat dan Jemaat Hunut Klasis  Ambon Utara Kota Ambon. Gebrakan ini sementara dilakukan dengan mempromosi besar-besaran yang  dilaksanakan dalam  Bazaar  Yayasan Ambonese Fondation, dan  sementara  berlangsung selama 3 hari yang dimulai pada tanggal 18 Oktober  sampai tanggal 20 Oktober 2016 dipelataran Baileo Oikumene Ambon.

Berbagai Produk yang dijual sekaligus dipromosikan seperti pada Klasis GPM Pulau-Pulau Lease, juice Pala Potang-Potang dari Negeri Itawaka, Kue tar Pisang Tongka Langit (istilah Pisang  ajaib di Jakarta)  yang beluam ada didaerah lain ,Anggur Pulau-Pulau Lease Olahan dari pohon Aren (pohon Mayang) Gula Tare di bambu (Olahan pohon Mayang)  tidak sama dengan gula biasa, Abon ikan khas Negeri Haria di Pulau Saparua, Tajela Ouw Negeri Ouw di Pulau Saparua ,pisau untuk memotong sayur-sayuran, makanan ringan yang terkenal bagea dan Surut dari Negeri Ihamahu.

Kontributor Desa Merdeka saat memantau kegiatan tersebut  dan dapat berbincang-bincang dengan Ibu Pendeta Athaperessy Penghentar jemaat Itawaka menjelaskan bahwa hasil –hasil olahan ini adalah produk yang dibuat oleh kelompok-kelompok yang sudah dibentuk di Klasis Pulau-Pulau Lease dalam hal ini di desa-desa. Dan bahan baku yang ada disana dapat  diambil dan dikelola oleh kelompok. Semua kegiatan ini dapat diorganiser dengan baik dibawah pengawasan Badan Pekerja Harian Klasis Pulau-Pulau Lease. Begitu juga dengan Kalasis lainnya.

Sementara dari Klasis Tanimbar Utara dan Tanimbat Selatan dalam menampilkan produk Unggulan mereka  seperti  berbagai macam produk termasuk kain tenun asli. Dalam mempromosikan Kain Tenun Asli mereka mendemonstrasikan cara menenun kain tenunan yang terdiri dari berbagai warna-warni sesuai dengan kemauan pembeli.

Disela-sela kesibukan dari Yayasan Ambonese Fondation ,Kontributor Desa Merdeka dapat  meminta penjelasan dari Ketua Tim Ekonomi Kreatif John Laipeny SE yang juga aktivis Pembangunan dibidang keuangan, menjelaskan bahwa  kita selalu mendorong agar Produk-produk unggusan ini harus sesuai harapan pasar,kedua kita mendorong agar itentitas produksi terus dijaga,dan yang ketiga kalau keduanya sudah dipenuhi maka akan diurus ijin,ijin itu juga harus melalaui uji Balai POM,dan Ijin Kesehatan. Barulah kita upayakan kemasan tetap.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kemasan yang digunakan sekarang  hampir 75 persen adalah kemasan  sementara. Sementara  itu  Atas koordinasi yayasan Ambonesia Foundation hari ini 19/10/2016, Jam 15.00 Wit dihadirkan   Balai POM Maluku untuk memperikan arahan kepada kepada Kelompok dari Klasis-Klasis yang punya Produk untuk bisa kembangkan Produk secara baik. Untuk  itu  yayasan Ambonese foundation akan upayakan agar produk-produk tersebut kalau sudah sesuai standart maka  kemasan tetap akan diberikan dan terakhir dilakukan sistem packing. (19/10/2016*Chris)