Desa Merdeka – Ciamis : Kepala desa yang kembali ikut bertarung dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, harus mengundurkan diri dari jabatannya. Sebanyak 76 desa dari 258 desa di seluruh tatar Galuh Ciamis siap menggelar pesta demokrasi ala perdesaan.

“Kami terus memantau persiapan pilkades serentak yang berlangsung Minggu (17 April 2016). Semua desa yang menggelar pemilihan sudah menyatakan siap. Seluruh panitia Pilkades juga sudah dilantik,” kata Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setda Ciamis Endang Sutrisna, Selasa (12/1/2016).

Berbeda dengan posisi kepala desa, lanjutnya, perangkat desa yang ikut maju dalam pilkades, hanya sebatas mengajukan cuti. Aturan cuti dari jabatannya, juga berlaku bagi pegawai negeri sipil (PNS) atau anggota TNI/Polri ikut pilkades.

“Kades yang tidak terpilih, ya harus mundur. Selanjutnya posisi tersebut dipegang oleh penjabat kepala desa. Kami terus melakukan sosialisasi, terkait dengan pilkades serentak,” tuturnya.

Endang Sutrisna menambahkan anggaran yang dialokasikan untuk pilkades serentak, mencapai Rp 4 miliar. Besaran alokasi anggaran setiap desa berbeda, karena dihitung berdasar jumlah hak pilih.

“Paling kecil menerima Rp 20 juta dan terbanyak Rp 35 juta. Semua biaya sudah ditanggung pemerintah. Memang setiap desa ada perbedaan , karena disesuaikan dengan jumlah hak pilih,” katanya.

Meski pun demikian, dia menambahkan, desa penyelenggara pilkades masih dapat menerima sumbangan operasional dari pihak ketiga. Hanya saja, sumbangan tersebut tidak langsung diserahkan kepada panitia, akan tetapi harus masuk dalam Anggran pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Selain itu tidak mengikat terhadap salah satu calon.

“Pemerintah sudah melakukan perhitungan detil, sehingga anggarannya cukup. Hanya saja, tidak menutup kemungkinan ada kekurangan, yang ditanggulangi dengan APBDes. Demikian pula terbuka sumbangan dari pihak ketiga, akan tetapi sebelum dimanfaatkan, harus masuk APBDes,” jelas Endang Sutrisna.

Terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Ciamis, Lily Romli mengatakan 76 desa bakal melaksanakan pilkades serentak. Pilkades serentak tersebar di 25 kecamatan. Satu kecamatan, yakni Sindangkasih tidak melaksanakan pilkades serentak kali ini.

Dari jumlah 76 desa yang melaksanakan pilkades serentak, ada 8 kepala desa harus berhenti sebelum waktunya. “Kepala desa yang terpaksa berhenti karena Pilkades serentak, tidak dirugikan, karena tetap mendapat penghasilan tetap (siltap) hingga masa jabatannya berakhir,” katanya.

Lily menambahkan figur yang sudah ditetapkan sebagai calon kepala desa, tidak boleh mengundurkan diri. Calon mengundurkan diri, akan terkena sanksi denda sebesar Rp 50 juta dan kurungan 6 bulan. “Artinya pencalonan pilkades harus serius. hal itu juga mengantisipasi perjudian,” ujarnya.

( sumber : Pikiran Rakyat )