Desa Merdeka – Ambon :  Pernyataan Ketua Sinode GPM Pdt A.J.S Werinussa kepada anggota DPR RI Edy Betaubun yang kemudian dipublikasi dalam pidato politik sebagai koordinator wilayah (korwil) timur DPP Partai Golkar pada rapat akbar partai golkar kota Ambon di sport hall Karang panjang Ambon Rabu 21/2/2018.

Pernyataan korwil golkar yang sudah menjadi viral dimedia cetak maupun online bahwa jika pasangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Said Assagaf -Andre Retanubun ( Santun) menang pilgub 2018 yang menjadi sekda pemda provinsi Maluku adalah ASN yang berasal dari warga GPM.

Selanjutnya dijelaskan Korwil Golkar itu dipodium bahwa Pendeta A.J.S Werinussa mendukung sepenuhnya pasangan Santun.

Dari pernyataan Edy Betaubun yang diekspose media-media baik secara tertulis maupun gambar video , kontributor desa merdeka (DM) melalui koneksi ponselnya sempat wawancara dengan ketua Sinode Gereja Protestan Maluku ( GPM) Pdt AJ.S Werinussa (AW) hari ini 22/2/2018 dengan hasil percakapan diantaranya ada bersifat orde record tapi juga yang bisa dipublish .

DM : Apa tanggapan bapa tentang pernyataan Edy Betaubun atas pernyataan bapa ?

AW : Sebagai ketua Sinode saya tidak bermaksud mendukung siapapun dalam pilkada Gubernur Maluku tetapi diantara para calon semisal katakan pasangan Santun menang GPM tidak tidak bisa diabaikan. Untuk itu dalam konsolidasi pemerintahan, saya inginkan kalau Said Assagaf – Andre Retanubun (Santun ) menang dalam proses politik GPM inginkan kepemimpinan harus menggambarkan hubungan persaudaraan. Komposisi Pemerintahan harus mencerminkan perspektif orang basudara , Islam, Katolik , kristen Protestan dan Hindu Budha.bukan masalah pilkada.

DM : Apa maksud pernyataan bapa dibalik itu ?

AW : Maksudnya agar komposisi pemerintahan harus mencerminkan orang basudara.sekali lagi bukan masalah pilkada. Soal pernyataan yang disampaikan saudara Edy Betaubun bahwa saya mendukung Santun itu tidak pernah ada . Kita sebagai Gereja Protestan Maluku harus netral tidak mencampuri masalah pilkada . dan sikap GPM sudah dipublikasi dalam wawancara juga dengan media . Dan kita lihat saja nanti dalam pilkada . Biarpun saudara Edy Betaubun membuat pernyataan tersebut karena yang memilih dan menentukan itu rakyat.Dimana akan dibuktikan karena tidak semudah pernyataan seseorang itu dipercayai masyarakat.

DM : Gimana Kalau Hebat menang atau Baileo menang ?

AW : Kalau Hebat menang ada Herman ada Vanath , dan kalau Baileo menang ada Murad dan Orno .yang penting mencerminkan orang basudara.

DM : Dalam UU ASN butuh standart kompetensi yang profesional bukan mewakili agama .Bapak tidak keliru ?

AW : Oh idealisnya gitu tapi dalam prakteknya di Indonesia politik identitas tidak bisa diabaikan .Itu kenyataan riel.kita tidak bisa bohongi publik.Dalam prakteknya  Politik identitas tidak bisa dielakan.Siapapun masih dipraktekan.

DM : Apa dengan visi seperti itu bapa telah interpensi UU ASN ?

AW : Saya Klarifikasi maksud saya itu adalah politik identitas itu masih ada, bukan berarti orang GPM itu ada dalam politik tersebut sehingga interpretasi orang bahwa saya berikan politik dukungan kepada Calon tersebut dan interpretasi orang kepada saya selalu seperti itu.Tapi interpretasi tersebut tidak berpengaruh pada pemilih .

Menanggapi pernyataan anggota DPR RI Edy Betaubun tersebut beberapa tokoh masyarakat yang juga berkecimpung dan mengabdi dalam bidang Grejawi menelpon kontributor desa merdeka dan mempercakapkan pernyataan Edi Betaubun diantaranya bapa SW yang diminta tidak menyebut namanya dipublish .

Dan ingin diwawancarai kontributor desa Merdeka (DM) setelah SW membaca dan melihat hasil rekaman pernyataan Edy Betaubun sebagai tokoh golkar.
Hasil wawancara yang diturunkan .

SW : Pa Chris slmt pagi , boleh mengganggu ? Boleh wawancara dengan Bapa sebagai jurnalis Desa Merdeka ?

DM : Slamat pagi juga Pa..apa khabar Pa ..silahkan !

SW : Sebagai anggota jemaat fungsional beta ingin sampaikan bahwa , Ketua sinode GPM jangan berbicara politik .Karena dengan komentar – komentar tentang politik praktis ,selama ini dukungan kepada pasangan calon pilkada di SBB maupun kota Ambon yang mengalami kekalahan. Menunjukan kwalitas ketua sinode sangat rendah dibidang politik.

DM : Kenapa pernyataan seperti itu ditujukan kepada Ketua Sinode GPM sementara yang bicara dipublik adalah Edy Betaubun.

SW : Ia betul tapi kalau seorang Anggota DPR RI menyampaikan pernyataan seperti itu berarti ada benarnya pernyataan Ketua Sinode. Seharusnya ketua Sinode mampu menempatkan GPM dalam posisi netral supaya semua pasangan calon harus datang tunduk dan mendengarkan apa visi gereja dalam hal ini GPM terhadap masyarakat Maluku. Pimpinan Gereja sebenarnya harus tau bahwa figur seorang sekretaris daerah provinsi Maluku adalah orang yang punya kwalitas profesional yang tinggi untuk melayani tata kelola pemerintahan.

DM : Jadi maksud bapa harus ikuti aturan dan bukan berasal dari sebuah kompromi agama ?

SW : Ya benar , ada UU ASN , Yang bersangkutan belum tentu orang GPM; tapi ketua Sinode GPM telah berkolaborasi dengan pasangan calon untuk menetapkan sekda Maluku dari orang GPM maka ketua sinode GPM telah berusaha menghancurkan tata kelola pemerintahan provinsi Maluku.

Kalau seperti itu demikian, maka orang Maluku tidak bisa dikeluarkan dari kemiskinanan, kebodohan dan keterbelakangan. Namun dengan cara ketua Sinode tersebut telah menempatkan orang Maluku untuk terus dalam konflik bernuansa sara.

DM : Apalagi yang mau ditambahkan ?

SW : Ditambahkan sebetulnya ketua sinode harus perhatikan beban -beban pelayanan dalam Institusi GPM yang sementara digumuli anggota jemaat, seperti anggota jemaat yang keluar dari GPM dan masuk Gereja lain , bukan memperhatikan politik praktis yang bersifat sesaat mengakibatkan menurunnya wibawa GPM dalam waktu yang lama.

DM : Apa pesan untuk Edy Betaubun terhadap pernyataannya ?

SW : Beta hanya sampaikan pesan kepada teman saya Pa Edy sebaiknya masalah percakapan internal dengan ketua Sinode harusnya punya etika dalam pertemanan bukan ingin mencari panggung yang seharusnya menjadi privacy masing -masing dijadikan konsumsi publik.
Apalagi menyatakan bahwa ketua Sinode mendukung Santun. Apa betul pernyataan Ketua Sinode seperti itu.belum tentu benar.

DM : Apa sikap politik dari bapa terhadap pernyataannya tokoh golkar Edy Betaubun bahwa pa Said assagaf harus dua periode jadi kristen tunggu 5 tahun lagi.

SW : Astaga ..tidak pernah ada kesepakatan yang bersifat SARA yang merusak demokrasi dan idiology bangsa.Jangan lagi menciptakan issu yang tidak bermartabat.karena hubungan orang basudara di Maluku beda dengan luar Maluku. Jangan bawakan kondisi Jakarta di Maluku. Trima kasih Pa Chris