Desa Merdeka -Ambon. Yerusalem adalah “kota pemersatu” di antara semua agama dan tidak akan pernah terbagi, kata Walikota Nir Barkat.
Pesan ini dijelaskan media united withisrael.org kepada kontributor desa merdeka Ambon-Maluku 17/10/2017 melalui surat elektroniknya.
Seterusnya dijelaskan bahwa; Barkat
Menghadiri makan malam khusus untuk KTT Media Kristen di Yerusalem pada hari Senin, dan Barkat mengatakan ” setiap satu kilometer persegi di Yerusalem, Anda akan menemukan lebih banyak sinagog, gereja dan masjid daripada di seluruh dunia.”

“Kota Yerusalem tidak akan pernah terbagi,” Barkat bersumpah,dan menjelaskan bahwa peran kota suci adalah untuk “mengakomodasi semua yang sekuler, tradisional, religius, dari semua agama.”

Barkat juga membahas keragaman budaya di Yerusalem sebagai ibukota Israel maupun tempat pertumbuhan sektor hi-tech dan inovasi yang maju pesat dan berkesinambungan.

Pernyataan Barkat saat makan malam, bahwa Jumlah perusahan teknologi tinggi di Yerusalem terus meningkat tiga kali lipat dalam beberapa tahun terakhir dengan pertumbuhan yang menakjubkan. Yerusalem adalah kota masa depan.

Makan malam ini diselenggarakan oleh Mike Evans, CEO Friends of Zion Museum, yang menjelaskan hubungan baik antara komunitas Kristen dan kota suci.

Inilah pertemuan Media Kristen pertama yang diadakan minggu ini , di Yerusalem di bawah naungan Menteri Urusan Yerusalem dan Warisan ‘Zeev Elkin ‘ yang di sampaikan kantor Pers Pemerintah Israel (GPO).

KTT tersebut bertepatan dengan peringatan 50 tahun penyatuan kembali Yerusalem, ibukota abadi Israel. Tujuan KTT adalah untuk mendorong pemahaman yang lebih baik dan memperkuat persahabatan antara orang-orang Kristen di seluruh dunia dan Negara Israel.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang berbicara di KTT pada hari Minggu, memuji hubungan dekat antara Israel dan Kristen di seluruh dunia. “Israel tidak memiliki teman yang lebih baik – maksud saya – tidak ada teman yang lebih baik di dunia daripada komunitas Kristen di seluruh dunia,” ucapnya .
Netanyahu menggarisbawahi aksesibilitas kota ke anggota masyarakat semua agama, dengan mengatakan bahwa “Anda bergabung dengan kami saat kami merayakan 50 tahun sejak Kota Suci dibebaskan dan dipersatukan; 50 tahun kebebasan beragama untuk semua.
Anda telah mengetahui tentang Jerusalem karena anda telah berkeliling kota suci, pergi ke gereja, ada yang pergi ke masjid, dan Anda tahu ini adalah kota yang bebas. ”

Oleh: United with Israel staff.
17. Oktober 2017.
Sumber : unitedwithisrael.org.