Desa Merdeka – Solo : Warganet di Solo dan sekitarnya dibuat gempar dengan beredarnya harga menu di sebuah Cafe De Tjolomadoe.

Pasalnya dari sebuah struk pembayaran yang beredar tertulis 7 ice tea berharga Rp 175,000.

Hal ini berarti satu gelas es teh harus dibayar Rp 25,000.

Informasi ini diunggah oleh akun sosial media Instagram @kabarsolo pada Sabtu (31/3/2018) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Lagi rame soal rego kulineran neng De Tjolomadoe mimin sih hurung nyobo. Paling mrono foto2.”

-Baru rame soal harga kuliner di De Tjolomadoe, mimin sih belum menyoba, paling ke sana hanya foto-foto-

“De Tjolomadu kui memang dikonsep internasional luuur. Lha konsere wae yo artis internasional. Bayare yo larang. Dadi jane yo wajar sih karo segmene.”

“De Tjolomadu memang dikonsep internasional, yang konser di sana saja artis internasional, bayarannya mahal, jadi ya wajar sih kalau harganya segitu

“Tapi apik e mungkin digawekne kuliner murah neng parkiran koyo pas acara Agenda De Tjolomadoe mbiyen kae. Dadi masyarakat soko kalangan bawah iso melu wisata + mangan neng kono. Setuju ora luurr? Yen menurut pemdapatmu pie luurr?” tulis @kabarsolo.

-Namun lebih baik mungkin dibuat kuliner murah di parkiran seperti saat acara agenda De Tjolomadoe dulu, Jadi masyarakat dari kalangan bawah bisa ikut berwisata, makan di sana, setuju?-

De Tjolomadoe adalah destinasi wisata baru yang dulunya adalah pablik gula yang didirikan pada tahun 1861.

“Sekitar 20 tahun pabrik gula ini berhenti beroperasi dan kondisinya lantas terbengkalai,” kata Edison Suardi selaku GM Konstruksi PT Sinergi Colomadu, Kamis (22/3/2018)

Akhirnya, pada 2017 PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Taman Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero), dan PT Jasa Marga Properti membentuk Joint Venture dengan nama PT Sinergi Colomadu untuk melaksanakan konstruksi revitalisasi dengan mengikuti kaidah cagar budaya.

Sekarang PG Colomadu menjadi sebuah tempat wisata sekaligus sebagai kawasan bisnis.

 

 

 

Sumber : TribunSolo