Desa Merdeka-Ambon : Sudah 1 tahun lebih kasus pengrusakan rumah yang telah dilaporkan di Polsek Teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah ditinggal mangkrak alias ditinggal bakarat dan tidak diketahui lagi nasibnya. Untuk itu diminta agar Kapolda evaluasi kinerja Kapolsek Teluk Elpaputih dan mengambil alih persoalan pengrusakan yang diduga termasuk dalam perbuatan melawan hukum.

Kepada kontributor Desa Merdeka di Ambon hari ini Senin 9/4/2018 disampaikan Pengacara muda berenergik Justin Tunny SH dengan nada kesal, Astaga…… 1 Tahun Lebih Laporan Pengrusakan Rumah Mangkrak di Polsek Teluk Elpaputih .1 Tahun lebih sudah Laporan saya Yustin Tuny,SH selaku Kuasa dari Yunus Rumauru, Matheos Picasouw dan Filipus Sahakay mangkrak di Polsek Teluk Elpaputih.

Menurut kuasa hukum, Laporan para korban dengan Nomor: Pol: STPL/04/III/2017/ Polsek Teluk Elpaputih terkait penyerangan rumah warga Jemaat Samasuru Tanggal 4 Maret 2017 kurang lebih Pukul 20. 30 Wit.

Dijelaskan selanjutnya,
Penyerangan dilakukan dari arah Barat dan Timur Jemaat GPM Samasuru diduga kuat penyerangan dilakukan oleh warga Jemaat GPM Elpaputih yang tidak menghendaki Sidang Klasis Masohi Ke 33 berlangsung di Jemaat GPM Samasuru. Akibat dari penyerangan tersebut 8 buah rumah Warga Jemaat Samasuru menjadi rusak.

Selanjutnya menurut Yustin , saya merasa Laporan Kami tidak diproses dengan baik, untuk itu saya Yustin Tuny,SH menyurati Bapak Kapolres Maluku Tengah dan Bapak Kapolsek Teluk Elpaputih dengan surat bernomor: 15/KA-YT/P/V 2017 Perihal Permohonan Penjelasan Kasus Tertanggal 23 Mei 2017.
Kemudian Polsek Teluk Elpaputih membalas Surat Yustin Tuny,SH dengar Surat Bernomor: B/37/V/2017 Polsek – Kalirifikasi Biasa Perihal: Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan Tanggal 26 Mei 2017 ditanda tangani oleh Kapolsek Teluk Elpaputih JUKILSNO KAISUPY. Tidak puas dengan SP2HP yang diberikan, selanjutnya saya Yustin Tuny,SH selaku Kuasa Hukum korban menanggapi SP2HP yang diberikan dengan Surat Bernomor:18/KA-YT/P/VI 2017 Perihal: Tanggapan Terhadap SP2HP Polsek Teluk Elpaputih Tanggal 3 Juni 2017.

Menurut Yustin, Bahwa koreksi terhadap proses laporan Kami di Polsek Teluk Elpaputih terus Kami lakukan dengan menyurati Bapak Kapolda Maluku, Bapak Irwasda Polda Maluku, Bapak Kadiv Propam Polda Maluku dengan Surat Bernomor: 22/KA-YT/L.P/VII/2017 Perihal: Laporan Pengaduan Terhadap Kinerja Kapolsek dan Penyidik Polsek Teluk Elpaputih tertanggal 9 Juli 2017. Bahwa tanggal 26 September 2017 Kami menyurati Bapak Kapolda Maluku dengan Surat Bernomor: 34/KA-YT/MP.MA/IX/2017 Perihal Mohon Penjelasana Surat Bernomor: 22/KA-YT/VII/2017, Mohon Perlindungan Hukum Dari Bapak Kapolda Maluku dan Mohon Audensi Dengan Bapak Kaploda Maluku.

Bahwa berdasarkan Surat Yustin Tuny,SH Bernomor: 34/KA-YT/MP.MA/IX/2017 kemudian tanggal 3 November 2017 Kami diterima oleh Wadir Reskrim Polda Maluku membicarakan Laporan yang telah saya Yustin Tuny sampaikan. Selanjutanya tanggal 06 November 2017 Yustin Tuny bersama para korban di undang oleh Kasat Reskrim Polres Maluku Tengah turut hadir dalam pertemuan tersebut Kapolsek Teluk Elpaputih bersama Kanit Reskrim Polsek Teluk Elpaputih serta Pemerintah Negeri Samasuru maupun Pimpinan Jemaat Samasuru. Dihadapan Kasat Reskrim Polres Maluku Tengah, Kapolsek Teluk Elpaputih maupun penyidik Polsek Teluk Elpaputih menyatakan pihaknya sanggup akan selesaikan kasus tersebut dalam tempo 1 minggu. Hanya saja sejak November 2017 sampai dengan saat ini tidak ada informasi apapun terkait laporan tersebut.

Bahwa karena Laporan/Pengaduan yang disampaikan ke Polsek Teluk Elpaputih dalam kurung waktu 1 satu tahun berjalan di tempat sehinga selaku Kuasa Hukum para korban, telah menyurati Bapak kapolda Maluku dan Bapak Dir. Reskrim Polda Maluku dengan surat bernomor: 01/KA-YT/MP.MA/II/2018 Perihal: Mohon Gelar Perkara dan Penanganan laporan Kami di Polsek Teluk Elpaputih selanjutnya ditangani oleh Penyidik Reskrim Polda Maluku Tertanggal 27 Februari 2018. Bahwa 1 tahun Laporan Kami mangkrak di Polsek Teluk Elpaputih serta tidak ada 1 orang pun ditetapkan sebagai tersangka. Padahal berdasarkan SP2HP yang diberikan oleh Polsek Teluk Elpaputih kepada saya yustin Tuny selaku kuasa hukum pelapor terlihat sangat jelas siapa saja yang diduga sebagai pelaku pengrusakan dan siapa saja yang diduga sebagai actor intelektual dibalik penyerangan dan pengrusakan rumah warga Jemaat Samasuru.

Dijelaskan Tuny lebih lanjut, bahwa tindakan hukum dan ketidakpastian proses penanganan laporan oleh Polsek Teluk Elpaputih mengakibatkan adanya ketidak kepercayaan masyarakat/Pemberi Kuasa kepada Kami selaku Kuasa Hukum/Advokat. Bahwa surat yang Kami sampaikan kepada Bapak Kapolda Maluku dan Bapak Dir. Reskrim Umum Polda Maluku untuk Meminta Kapolsek Teluk Elpaputih untuk melakukan Gelar Perkara terhadap Laporan di Polda Maluku dihadiri oleh jajaran Polda Maluku, Kapolsek dan Penyidik Polsek Teluk Elpaputih dan Yustin Tuny selaku Kuasa Hukum Pelapor maupun para Wartawan cetak maupun Online. Tuny berharap laporannya dapat diambil alih untuk di tangani oleh Reskrim Umum Polda Maluku dan Melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolsek Teluk Elpaputih dan Penyidik Polsek Teluk Elpaputih. “ ya kalau laporan Kami diambil alih oleh Penyidik Polda Maluku dan atau dilakukan gelar perkara di Polda Malaku otomatis kita akan tau secara terang menderang factor keterlambatan oleh penyidik. Tetapi Kami punya kasus perbandingan ada yang nantinya Kami akan sampaikan pada saat diundang untuk gelar perkara sekiranya permohonan Kami dikabulkan oleh Bapak Kapolda dan Bapak Dir. Reskrim Umum Polda Maluku” Ujar Yustin Tuny.