Desa Merdeka – Ambon : Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya Provinsi Papua Barat sementara berupaya untuk membangun desa-desa yang terpencil jauh di wilayah pemerintahannya.Untuk itu dicari tenaga-tenaga professional yang berpengalaman dibidangnya. Melalui kajian dan kebutuhan dimaksud Pemerintah Kabupaten Puncak jaya merasa perlu melibatkan tokoh muda Maluku Julius R.Latumaerissa yang sehariannya sebagai dosen pada Universitas Moestopo Surabaya .

Menurut Tokoh Muda yang berpengalaman dengan berbagai jaringan kerja itu, bahwa bertolak dari Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Pasal 63 tentang Desa, mewajibkan kepada Pemerintah Desa untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP Desa).Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat arah kebijakan pembangunan desa, arah kebijakan keuangan desa, kebijakan umum dan program, dengan memperhatikan RPJMD, program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), lintas SKPD, dan program prioritas kewilayahan, disertai dengan rencana kerja.

Selanjutnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa, pasal 2 (ayat 3) menyatakan bahwa RPJMDes memuat arah kebijkan keuangan desa, strategi pembangunan desa, dan program kerja desa.Sebagaimana halnya fungsi perencanaan adalah untuk menjamin adanya keterkaitan dan konsisten antara perencanaan (program), penganggaran, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. RPJMDes disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan (program), penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan (termasuk didalamnya evaluasi).Hakekat dari tujuan pembangunan desa adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk penciptaan iklim yang mendorong tumbuhnya prakarsa dan swadaya masyarakat desa.

RPJMDes sebagai suatu rencana pembangunan desa harus melibatkan segenap komponen masyarakat desa didalam penyusunan, pelaksanaan dan pengawasannya.Dengan berpedoman pada peraturan dan ketentuan dimaksud,maka Pemerintah kabupaten Puncak Jaya Papua Barat, telah menganggarkan penyusunan RPJMDes dan RKPDes 302 Desa di Kabupaten Puncak Jaya dan mereka merasa perlu menapatkan tenaga yang berpengalaman dan penyusunan rencana pembangunan dimaksud. Untuk itu Pemerintah Kabupaten melibatkan akademisi yang sudah berpengalaman.Menurut beliau yang biasa disapa Pa Ulis, sebagai tokoh muda Maluku saya masuk dalam salah satu dari 3 orang TIM penyusun.

Selaku Tim penyusun yang baru bekerja beberapa minggu sampai saat ini ,khusus sudah 67 Desa yang telah selesai penyusunan RPJMDes dan RKPDesnya dari 302 Desa yg dikerjakan oleh saudara Julius R. Latumaerissa. Selanjutnya dijelaskan,dari aspek ini saya menilai bahwa kemauan politik pemerintah kabupaten Puncak Jaya untuk membangun wilayah pedesaan sangat tinggi. Memang bukan hal yang mudah dalam penyusunan RPJMDes dan RKPDes di Kabupaten ini karena ketersediaan data yg relatif minim . Namun kesigapan petugas lapangan sangat mendukung perolehan data yg akurat sehingga RPJNDes dan RKPDes yg dihasilkan benar2 menggambarkan suatu pola perencanaan program yg sistimatis, terukur baik dari aspek bobot perogram maupun penganggarannya.Demikian Penjelasan melalui telephon selulernya.(03/02/2016*Chris).