Desa Merdeka – Karanganyar : Aksi pungutan liar (pungli) dalam proses pendaftaran calon perangkat desa mulai terkuak.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Inspektorat Pemkab Karanganyar, Sucahyo, dalam rapat koordinasi pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak, Kamis (10/11/2016).

Hanya saja, Sucahyo tidak bersedia menyebut di desa dan kecamatan mana kasus pungli tersebut terjadi.

Menurut Sucahyo, ada tiga orang pelamar perangkat desa yang dipungut biaya. Masing-masing sebesar Rp250.000.

Karena tidak terima, para peserta ini, kata Sucahyo, melapor ke Gubernur Jawa Tengah.

“Kita hanya diminta untuk menindaklanjuti laporan ini. Kita sudah melaksanakan, dan oleh panitia, uang tersebut, kemudian dikembalikan,” kata Sucahyo, Kamis (10/11). Namun patut disayangkan, belum ada tindak lanjut dari aksi pungli ini.

Sementara itu, asisten pemerintahan Pemkab Karanganyar, Nunung Susanto, mengatakan, jika memang ada temuan pungutan dalam proses seleksi perangkat desa, segera dilaporkan, untuk segera ditindaklanjuti.

“Aturannya kan sudah jelas. Proses pendaftaran  tidak dipungut biaya. Jika memang ada oknum panitia yang memungut biaya, segera dilaporkan. Pasti akan kita tindaklanjuti,” ujarnya. (lintassolo/Iwan Iswanda)