Desa Merdeka – Ambon : Teka teki kematian Advokad tetapi juga Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Maluku Yohanes Balubun SH yang diduga kuat tidak wajar membuat Tim Advokasi Sahabat Hati Yanes dengan coordinator Johanis L. Hahury, S.H., M.H tidak tinggal diam.

Demi penegakan supremasi hukum di Negara Hukum Indonesia mereka telah melayangkan surat kepada Kapolda Maluku memohon “memeriksa Ahli” dijadikan “Bukti Keterangan Ahli” untuk membuktikan apakah kematiannya akibat kecelakaan murni atau dibunuh. Melalui Ponsel komunikasi kepada Desa Merdeka mereka meminta untuk dipublikasi surat yang dilayangkan kepada Kapolda dengan tembusannya ke berbagai Pihak.

Surat dengan Nomor : 06/TASHY/VI/2016 dengan Hal : Permohonan Pemeriksaan Ahli yang ditujukan kepada KAPOLDA MALUKU Di – Ambon yang isinya ; Dengan hormat, Kami yang bertanda tangan dibawah ini: Ketua Tim Kuasa Hukum yang bertindak atas nama RUTH KURNIAWATI LAWALATTA (Istri dari Yohanes Yonatan Balubun) berdasarkan surat kuasa Nomor : 01/TASHY/KH/Pid.S/IV/2016, dengan ini hendak mengajukan permintaan hasil autopsi, dengan alasan-alasan sebagai berikut:

1. Bahwa kami telah melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang berdampak pada kematian suami dari klien kami “Yohanes Yonatan Balubun” di Kepolisian Daerah Maluku pada tanggal 19 April 2016.

2. Bahwa terhadap Laporan kami, Pihak Kepolisian Daerah Maluku telah melakukan beberapa tindakan hukum diantaranya permintaah Visum Et Repertum dari Rumah Sakit Sumber Hidup dan RSUD Dr. M. Haulussy Ambon, maupun tindakan Autopsi yang telah dilakukan pada tanggal 12 Mei 2016.

3. Bahwa selain itu, sebelum dilakukan Autopsi ditemukan adanya beberapa luka pada tubuh Korban Yohanes Yonatan Balubun, yakni : LUKA AKIBAT KEKERASAN BENDA TUMPUL DI BAGIAN DAHI SEBELAH KIRI dan LUKA AKIBAT KEKERASAN BENDA TUMPUL DI BELAKANG KEPALA SEBELAH KIRI.

4. Bahwa saat dilakukan Autopsi oleh dr. Arkipus Pamuttu, M.Kes.,Sp.F dari Rumah Sakit Umum Masohi, ditemukan adanya : a.Terjadi patahan tulang iga 6, 5, dan 4. b. Adanya patah tulang dahi pelipis sebelah kiri. c.Terdapat retakan Tulang tengkorak belakang sebelah kiri. d.Luka bagian belakang kepala karena Trauma benda tumpul. e. Luka bagian depan juga karena trauma benda tumpul.

5. Bahwa berdasarkan fakta-fakta aquo, dan jika disesuaikan dengan kondisi Yohanes Yonatan Balubun yang ditemukan dalam posisi tengkurap di atas motornya, maka untuk membuat terang dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan matinya korban, maka sangat penting untuk memeriksa Ahli untuk dijadikan sebagai Alat Bukti “Keterangan Ahli” sehingga dapat menjelaskan : a.Apakah LUKA DI BELAKANG KEPALA SEBELAH KIRI Korban hanya dapat disebabkan karena benturan benda tumpul di bagian DAHI SEBELAH KIRI ? ATAU : LUKA DI BELAKANG KEPALA SEBELAH KIRI dan LUKA DI BAGIAN DAHI SEBELAH KIRI MERUPAKAN AKIBAT DARI KEKERASAN BENDA TUMPUL YANG TERPISAH ? b.Apakah RETAKAN TULANG TENGKORAK BELAKANG SEBELAH KIRI memiliki hubungan dengan benturan benda tumpul pada DAHI PELIPIS SEBELAH KIRI ? ATAU : RETAKAN TULANG TENGKORAK BELAKANG SEBELAH KIRI dan PATAH TULANG DAHI PELIPIS SEBELAH KIRI diakibatkan oleh KEKERASAN BENDA TUMPUL YANG TERPISAH ? c.Apa menjadi penyebab patahnya tulang iga 6, 5, dan 4 ?.

Berdasarkan fakta-fakta diatas, maka dengan ini kami memintakan KAPOLDA MALUKU berkenan untuk memeriksa Ahli dalam bentuk “KETERANGAN AHLI” agar dapat dijadikan sebagai salah satu alat bukti yang sah, yang mampu mengungkapkan penyebab kematian Korban Yohanes Yonatan Balubun.

Demikian permintaan kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih. Ambon, 16 Juni 2016 Tim Advokasi Sahabat Hati Yanes Johanis L. Hahury, S.H., M.H -Koordinator.

Tembusan, disampaikan kepada Yth :

  1. Kapolri di Jakarta;
  2. Kabareskrim Mabes Polri di Jakarta;
  3. Irwasum Mabes Polri di Jakarta;
  4. Komnas HAM RI di Jakarta;
  5. KONTRAS di Jakarta;
  6. Amnesti Internasional Di London
  7. Komnas HAM Perwakilan Maluku di Ambon;
  8. Arsip.

Yohanes Yonatan Balubun SH yang seharian disapa “Yanes” adalah Advokad dan Pengacara di Maluku tetapi juga Aktivis yang selama ini memperjuangkan Hak-Hak Adat dan hak masyarakat, sebelumnya mengalami kecelakaan lalu lintas yang tidak dilihat dan tidak disaksikan oleh seorangpun, tetapi ditemukan pada Rabu dini hari 6 April 2016 sekitar Pukul 02.30.00 Wit di Jalan Haruhung Kel.Waihoka Karpan Pule Ambon dan meninggal  di Rumah Sakit Umum Dr.Haulussy Ambon pada Kamis dini hari  7 April 2016 sekitar Pukul 02.30 Wit. dimakamkan di Pekuburan Karpan Kel.Waihoka Ambon. Kemudian atas permintaan Tim Pengacaranya diminta di otopsi.

Proses otopsi jenazah praktisi hukum tersebut dimulai Kamis 12 Mei 2016 pukul 11.30 -15.00 WIT oleh tim dokter dipimpin oleh Dires­krimum Polda Maluku Kom­bes Pol Puguh Sulistyo dibantu Tim Dokter Bidang Dokkes di pekuburan Kar­pan Kelurahan Waihoka RT 002/RW 01 kawasan Karang Panjang.( 17/6/2016/*Chris)