Desa Merdeka – Semarang : Dua tersangka kasus pembunuhan ibu muda di Semarang Jawa Tengah masih menjalani pemeriksaan intensif. Eksekutor yang menusuk korban hingga tewas mengaku menyesal dan meminta maaf.

“Saya menyesal sudah memperlalukan kkrban kaya gini. Ini cukup pertama dan terakhir saya kaya gini. Aku khilaf,” kata tersangka Ri (23), sembari menangis sesenggukan saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang.

Pria yang tubuhnya dipenuhi tato itu menyatakan bertanggung jawab atas perbuatan keji itu dan siap menerima hukuman. Dia juga akan memperbaiki sikapnya ke depan selepas dari hukuman penjara.

“Saya ingin tobat sungguh-sungguh. Aku janji enggak akan gini lagi, aku ingin tekun salat, mengaji. Aku bertanggung jawab dipenjara karena ini sudah terlanjur kulakukan (pembunuhan). Aku ingin minta maaf sama keluarga dan Yang Di Atas. Ini janji aku,” tuturnya dengan terbata-bata.

Sementara kekasihnya YA alias L (16) yang berdiri di samping Ri hanya terdiam. Sorot matanya masih terlihat tajam yang terlihat dari balik topeng ala ninja. Mereka mengenakan pakaian tahanan warna biru saat gelar perkara itu.

“Barang bukti yang diamankan adalah pisau yang digunakan tersangka untuk menusuk korban. Kemudian guling untuk membekap anak korban. Ada pula pakaian milik korban dan sandal yang tertinggal milik tersangka. Pasal yang disangkakan 338 atau 340 KUHP (pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati),” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji.

Sebelumnya diberitakan, polisi berhasil meringkus dua tersangka Meta Novita Handayani (38). Ibu muda itu ditemukan tergeletak tak bernyawa di kamar rumahnya yang berlokasi di Perumahan Permata Puri Bukit Delima B 9 Nomor 17 RT 3/8 Kelurahan Bringin Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, pada Kamis 1 Maret pagi.