Desa Merdeka – Ambon : Desas desus masuknya kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Maluku telah menjadi kenyataan yang disampaikan Bupati Kabupaten Buru Selatan (Bursel)Provinsi Maluku Tagop Sudarsono Soulissa yang disiarkan melalui media online Suara Buru Selatan.com hari ini tanggal 31 Mei 2017.

Dengan terdeteksi ISIS di Bursel yang disampaikan  Bupati Tagop memberikan indikasi dan  analisis terhadap kinerja Pemda Maluku maupun Pemka Bursel berserta lembaga Negara  yang selama ini tidak mewaspadai seluruh kegiatan warganya,mengingat ruang lingkup pemerintahan dan pengawasan berada dalam kekuasaan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan.

Mengutip Pernyataan Bupati Kabupaten Buru Selatan Tagop di media online suara Buru Selatan Portal terbaru , bahwa sepak terjang kelompok radikal ISIS mulai terdeteksi dibeberapa belahan dunia, tak terkecuali Negara kita Indonesia.Selain kebeberapa wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur,kini Isis juga terdeteksi di Kabupaten Bursel Provinsi Maluku. Hal ini diungkapkan Bupati kepada media ini di Ambon.

Kemarin. Dalam waktu dekat ini saya akan melakukan rapat bersama Forkopimda di Bursel terkait ancaman disintegrasi dan juga berkaitan dengan adanya ISIS di BURSEL ungkap Soulissa. Soulissa menjelaskan ,berdasarkan informasi yang diterima bahwa ada masyarakat Bursel yang terlibat dalam kelompok ISIS . Untuk itu dilakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi pergerakan berbahaya itu. Langkah antisipasi kata Tagop,perlu dilakukan dengan terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama aparat keamanan dalam hal ini TNI/Polri untuk menjaga ke Bhinekaan dalam bingkai persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Sejauh ini Koodinasi dengan pihak keamanan dalam hal ini TNI/Polri lancer,jika ada pergerakan yang mencurigakan akan diamankan secepatnya.Tegasnya. Selain berkoordinasi, orang nomor satu di Bursel ini menambahkan, kendati ada ada perkumpulan ISIS di Bursel,namum pemerintah terus memantau pergerakan tersebut.

Untuk itu Dia meminta seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut serta memberantas paham yang diprediksi bias menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia itu. ( http://www.suaraburuselatan.com/2017/05/benarkah-kelompok-isis-ada-di-buru.html#sthash.Ydl27XCy.dpbs)

Sebetulnya Pemerintah Kabupaten Buru Selatan gagal dalam membina serta mengantisipasi masuknya gerakan ISIS ke Buru Selatan, sementara Pemda Bursel hanya beretorika di media untuk mewaspadai Isis  sejak Jumaat 22 Agustus  tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Bursel telah merilis kesiapan dan kewaspadaan Masuknya Isis di Bursel yang dipublish media online Kabar Timur dengan Judul   :  Pemkab Bursel Waspadai Masuknya ISIS

Mengutip berita media online Kabar Timur : MENANGKAL ma­suk­nya ISIS, Peme­rintah Ka­bu­p­a­ten Buru Selatan meng­himbau masyarakatnya untuk menolak kehadiran ke­l­om­pok ekstremis ini. “Ma­syarakat di Bursel harus menolak kehadiran ISIS. Aktivitas ISIS dalam bentuk apa pun tak boleh ada disini, dan mudah-mudahan tidak ada. ISIS tidak boleh ada di negara Indonesia, kita menolak dengan keras,” tegas Kepala Kesatuan Bangsa, Politik (Kesbangpol) dan Perlindungan Masyarakat (Lin­mas) Bursel, Naim Loilatu kepada Kabar Timur di ruang kerjanya, kemarin.

Untuk mengantisipasi ke­hadiran organisasi yang meng­gemparkan dunia inter­nasional tersebut, Kes­bangpol Linmas telah me­lakukan berbagai upaya me­lalui himbauan-himbauan yang telah disampaikan da­lam setiap kesempatan di masjid maupun lainnya.

ISIS merupakan kelom­pok paling berbahaya ka­rena tindakannya sangat tidak berprikemanusiaan. Apa­lagi paham ISIS sangat ber­tentangan dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Undang-undang Dasar 1945 dan Pancasila.

“Ideologi ISIS sangat ber­beda dengan ideologi negara kita, sangat bertentangan dengan UUD 1945 maupun Pancasila. Kehadiran ISIS sangat dikuatirkan dan kalau dia merembet ke generasi kita, maka hal itu sangatlah berbahaya,” tukasnya.

Walaupun diakui masya­rakat di daerah dengan sem­boyan Fuka Bupolo itu belum mengetahui sepak terjang ISIS, tetapi bukan hal yang mustahil jika penyebarannya bisa saja sampai ke Bursel. “Memang masyarakat kita belum begitu paham apa itu ISIS, tapi jangan sampai ada yang ikut-ikutan. Terlebih lagi, jika ada orang yang datang ke daerah ini pun tidak langsung dapat terdeteksi,” terangnya. (KTL)sumber : http://www.kabartimur.co.id/detail/indeks/pulau-buru/4188-pemkab-bursel-waspadai-masuknya-isis.

Dua Pemberitaan yang disampaikan Pemkab Bursel didua media, sejak tahun 2014 dan Tahun 2017 sangat berantagonistis, yang bila dinaikan dalam transmisi komunikasi masa  memiliki pesan pembinaan kepada masyarakat yang tidak transaksional dan tidak memiliki nilai Proxymiti yang kuat dari Pemkab dalam mengantisipasi ISIS.  Untuk itu dipertanyakan bahwa sebagai seorang Kepala daerah maupun Kesbangpol dan Linmas dengan Lembaga Negara  di Kabupaten yang bertanggung jawab terhadap berbagai masalah kemasyarakatan dan keamanan dilingkungan Pemkab Buru Selatan, apakah berita ISIS yang terdeteksi itu hanya disekitar inter Pemkab sajakah atau sudah masuk dalam laporan deteksi dini intelijen ? berbagai pertanyaan yang bisa menyerbu Pemkab dengan berbagai pernyataan yang disampaikan oleh Bupati Tagop akan dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak.Apakah selama ini koordinasi tersebut tidak dilakukan sehingga Bursel dimasuki ISIS,atau sudah terdeteksi baru melakukan koordinasi dengan berbagai Pihak.

Karena itu disarankan agar Pemerintah Provinsi bersama jajaran lembaga Negara dan Institusi keamanan sampai diseluruh Kabupaten – kota perlu mendeteksi ulang diberbagai Kabupaten di Maluku, bila sudah terdeteksi di Kabupaten Bursel sementara Kabupaten lainnya ? sementara  kita semua tidak menginginkan kehancuran Negara  seperti di Iraq dan Suria, Yaman akibat kejahatan ISIS  yang sudah melakukan kegiatan  dengan teror global sementara berlangsung dibelahan dunia termasuk di Indonesia,. Pemerintah mau tunggu apa lagi kalau sudah terdeteksi,aapakah harus ada korban yang berjatuhan barulah ada tindakan pengamanan ? (31/5/2017/*Chris).