Desa Merdeka – Ambon : Tenaga pendamping desa Kecamatan Amalatu kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku yang telah memiliki tim dan mempunyai progres kerja terbaik di provinsi Maluku tiba-tiba dipecahkan dan direlokasi oleh Satuan Kerja (Satker) Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Maluku sekaligus dimasukan dalam tim kerja pemenangan Said Assagaf Patahana calon Gubernur Maluku demi kepentingan politik pilkada Gubernur Maluku 2018.

Hal itu dikemukan Tenaga Pendamping Desa sdr Edy Talahatu ST kepada kontributor Desa Merdeka 24/2/2018 saat mau meninggalkan cafe sibu-sibu di Ambon.

Kepada kontributor Desa merdeka dikemukakan bahwa sebagai Tenaga pendamping desa yang diangkat sejak tahun 2016 telah bekerja di kecamatan Amalatu itu dengan sistem berbasis kinerja memiliki progres terbaik di propinsi Maluku dibandingkan dengan pendamping Desa dikota Ambon yang dianggap tidak berhasil sesuai laporan kinerjanya.

Keberhasilan yang diraih Edy bersama timnya sebagai pendamping desa karena telah membangun network dengan semua lembaga masyarakat maupun Satuan kerja di daerah kabupaten SBB .

Ditanya kenapa dikatakan bahwa Tenaga pendamping desa dikota Ambon tidak berhasil ? Betul ada data ?Kepada kontributor Desa Merdeka Edy Menjelaskan bahwa, karena tidak berhasil maka pencairan dana tahap kedua tidak bisa dilakukan .datanya ada.

Ketika ditanya ada masalah penting dengan kinerja anda sebagai pendamping desa ? Dikatakan bahwa yang membuat saya kaget adalah tiba -tiba Satker gubernur Provinsi Maluku dengan tiba-tiba membuat relokasi dan memecahkan tim yang sudah bekerja bersama di Kecamatan Amalatu bertepatan dengan situasi politik pilkada gubernur Maluku dengan surat keputusan tanggal 2/1/2018 yang tidak mengacu pada aturan -aturan tertentu. Salah satunya Penempatan pendamping desa harus sesuai lokasi kartu tanda penduduk(KTP) kalau terjadi perobahan harus wilayah terdekat.

Apalagi kinerja kita yang terbaik dengan progres kok kita dirombak . Ini merugikan dan menabrak aturan.Malahan perombakan ini tidak berbasis kinerja.

Misalnya saya di relokasi di Kecamatan “Mdona Hiera” di kabupaten MBD .sementara tenaga pendamping desa kota Ambon yang tidak berhasil masuk ke SBB .Menurutnya bahwa mereka yang dari kota Ambon semuanya menjadi tim kerja pemenang Said Assagaf.

Hampir semua tenaga pendamping desa dijadikan tim pemenang. Diduga karena saya tidak berada di tim pemenang Said Assagaf jadi direlokasi jauh dari Kabupaten SBB yaitu di kecamatan Mdona Hiera Maluku Barat Daya.

Dan bila Relokasi itu berdasarkan kepentingan politik maka tunggu dulu.

Kepada kontributor desa merdeka Edy Talahatu jebolan Univesitas Pattimura menjelaskan bahwa sudah ditanyakan kepada Satker BPMD Prov.Maluku , tetapi dijawab , ikut saja ini perintah dari kementrian di pusat.

Selanjutnya menurut Edy didalam relokasi harus ada dana relokasi yang dituangkan dalam Diva yang diusulkan ke kementrian. Ini tidak ada. Jadi sekali lagi ditegaskan, kalau pemecahan ini berbasis kinerja saya ikut tapi kalau berbau politik tunggu dulu .

Kalau kita dipecahkan sebagai tim yang sudah dibentuk berbasis kinerja juga tidak benar.Ini politik suka dan dan tidak suka. Karena saya tidak dilibatkan dalam tim pemenangan patahana Gubernur dimana mereka mengambil orang-orang -tenaga pendamping desa dilibatkan dalam tim pemenangan sesuai selerah mereka saja. data saya ada.

Tim pendamping desa kota Ambon yang tidak berhasil direlokasi ke SBB termasuk ada beberapa teman dalam tim saya juga dipakai.

Memang mereka bentuk tim pemenang yang terlibat semua pendamping desa.dan bekerja diwilayah -wilayah tertentu Ujarnya. Diharapkan kementrian bisa klarifikasi persoalan demikian.