Desa Merdeka – Ambon. Rekomendasi PDIP yang menjadi rebutan bakal calon gubernur Maluku periode 2018-2023 sudah dipastikan jatuh ke tangan Jenderal polisi, mantan kapolda Maluku Irjen Ismail Murad.
Pasalnya pa Murad sangat dekat dengan ketua umum Ibu Megawati Soekarno putri maupun partai berlambang moncong putih itu.
Kepada kontributor desa merdeka sumber terpercaya PDIP yang meminta agar tidak menyebut namanya menjelaskan bahwa pada jumaat 28/7/2017 perwira tinggi polri mendampingi Ibu Ketum ke Bandara dalam kerangka kunjungan diplomasi ke korea utara.
Disitulah terjadi percakapan intens untuk bisa merekomendasikan Pa Murad menjadi calon Gubernur Maluku dari PDIP.
Menariknya komunikasi politik itu sudah disampaikan kepada DPP meminta sang Jenderal untuk mempersiapkan surat -surat untuk rekomendasi kepada Bakal calon gubernur Murad Ismail.
Menurut kader -kader PDIP yang meminta jangan sebut namanya ,bahwa partai ini ada mekanismenya dimana PDIP mempunyai sejumlah kader yang telah dilatih dididik menjadi pemimpin melalui pendidikan sekolah kader oleh guru kader sehingga layak menjadi pemimpin baik di partai maupun di birokrasi pemerintahan , di legislatif dan diberbagai lembaga ditingkat pusat maupun daerah. Untuk itu sekolah kader telah mencetak kader- kader menjadi bupati, maupun gubernur,presiden .
Dan tidak bisa dimungkinkan bila yang bukan kader maupun guru kader mendapat rekomendasi dari PDIP.
Kader dan guru kader harus diutamakan karena perjuangan partai dengan roh perjuangan partai serta arahnya hanya bisa dipahami oleh mereka yang dididik dan dibesarkan dalam idiologi perjuangan partai.
Kalau rekomendasi itu jatuh ke pa Murad maka sebaiknya para kader partai yang dididik disekolah kader oleh guru kader tidak perlu ada .
Dari seluruh percakapan yang disampaikan kader-kader kepada kontributor Desa Merdeka ditegaskan bahwa sebaiknya seluruh bakal calon gubernur Maluku baik Hery kudubun, Komarudin Watubun ,Barnabas Orno, Bito Temar , Tagop Solissa, Edwin Huwae, Lukas Wattimury,Evert Kermite maupun DPD PDIP Maluku segera ke Jakarta melakukan audience duduk semeja dengan Ketua Umum ibu Megawati Soekarnoputri untuk rundingkan kepada siapa kader dan guru kader diberikan rekomendasi PDIP . Dan secara santun meminta agar diantara kader-kader yang sudah menjadi bakal calon gubernur dan wakil gubernur , agar ibu ketum menunjuk diantara kader dan guru kader tersebut mendapat rekomendasi menjadi calon gubernur Maluku.
Solusi itu bisa menjawab keinginan seluruh kader PDIP dan jajarannya di Maluku agar rekomendasi PDIP diberikan dalam kesepakatan bersama internal PDIP,ujar kader-kadernya.