Desa Merdeka – Tasikmalaya : Mayoritas kepala dusun di 351 desa di Kabupaten Tasikmalaya terancam diberhentikan jika Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri) Nomor 83 Tahun 2015 benar-benar diterapkan tahun ini.

Dari informasi yang dimiliki Kepala Subbagian Pemerintahan Desa Sekretariat Desa Kabupaten Tasikmalaya Darsono, para kepala dusun di 351 desa itu belum berijazah SMA. Padahal mulai tahun ini, Permendagri itu harus diterapkan.

Dalam pasal 2 ayat 2 huruf a disebutkan jika perangkat desa berpendidikan paling rendah sekolah menengah umum atau sederajat sehingga kepala dusun yang belum berijazah SMA diminta mengundurkan diri. Mereka pun berharap Pemkab Tasikmalaya maupun Pemprov Jabar dapat memberi fasilitas ujian kesetaraan bagi perangkat desa yang belum menggenggam ijazah SMA.

Bunyamin, kepala dusun di Kampung Mekartanjung, RT 19, RW 4, Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas menyatakan terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya karena hanya tamatan Sekolah Dasar.
“Bukan pemerintah yang salah tetapi saya yang salah karena hanya tamatan SD. Saya Ikhlas tetapi masyarakat yang tidak ikhlas,” ucapnya, Minggu (14/2/2016).

Bunyamin mengatakan, hampir sebagian warga memintanya tetap bertahan sebagai Kepala Dusun. Bahkan, masyarakat setempat menggalang dukungan guna disampaikan kepada Kepala Desa Cayur agar ia tetap melanjutkan tugas yang sudah lima tahun dijalani. ( pikiran rakyat )