Desa Merdeka – Lampung : Hobi yang menjadi mata pencaharian selalu menyenangkan. Begitupun yang dialami oleh Bapak Gunawan Supriadi, hobinya memelihara hewan menobatkan nya menjadi Raja “Kopi” Luwak. Awal nya Bapak Gunawan memiliki musang hanya sebagai hewan peliharaan. Bapak Gunawan memulai usaha penangkaran luwak pada tahun 2006, setelah mendapat kan dari informasi dari kawannya mengenai kegunaan hewan luwak sebagai pengolah biji kopi.

Keraguan muncul pada awalnya, tapi setelah mengetahui bahwa biji kopi yang di proses oleh luwak memiliki harga jual yang tinggi barulah Bapak Gunawan menjadi yakin akan potensi kopi luwak. Usaha yang di mulai oleh Bapak Gunawan ini pun akhirnya menjadi buah bibir di masyarakat Lampung, sampai akhirnya ada media lokal yang membuat liputan nya.

Setelah mendapat kemajuan yang baik, bantuan dari Pemerintahan Daerah pun mulai datang. Di tahun 2010 Pemda Lampung Barat mengucurkan dana 100 juta melalui Koperasi Tani yang di prakarsai Bapak Gunawan. Koperasi ini di beri nama Gabungan Kopi Luwak Robusta (GKLR) Lampung Barat.

Sampai sekarang Bapak Gunawan menangkarkan sebanyak 8 luwak, dengan jenis luwak pandan. Luwak pandan di pilih karena kemampuannya untuk mengolah biji kopi sampai 5 kilo per hari.Luwak yang ditangkarkan selain di beri makan Kopi juga di beri pisang dan juga pepaya, menurut Bapak Gunawan pemberian makanan salingan ini di sesuaikan dengan kehidupan luwak di lingkungan aslinya.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar bubuk kopi, Bapak Gunawan lalu mempatenkan produk kopi bubuk nya dengan merk Raja Luwak. Produk berupa bubuk kopi yang sudah di pasarkan  adalah kopi luwak, Kopi Original dan White Coffee. Untuk White Coffee sendiri di buat tanpa menggunakan campuran creamer, warna putih dari Kopi Produksi  di hasilkan dari teknik pemprosesan yang tepat.

Semua produksi kopi bubuk Raja Luwak di lakukan di rumah produksi dan penangkaran luwak Bapak Gunawan di Way Mengaku. Berkunjung ke workshop nya kita akan bisa menemukan Alat seperti; pengupas biji kopi (Huller), Oven dan alat Penggilingan Kopi. Bapak Gunawan menambahkan bahwa setiap 1 kilo biji kopi luwak tidak seluruhnya menjadi bubuk, setidak nya terjadi penyusutan sebanyak 4 ons sampai akhirnya menjadi bubuk kopi yang siap seduh.

Pasar utama dari brand Raja Luwak sendiri adalah kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Semarang. Pesanan pun tidak harus berbentuk bubuk, Bapak Gunawan mengatakan juga banyak mendapat pesanan Kopi Luwak dalam bentuk Green Bean dari pemilik cafe.

Harga gerenbin 1 kg  : Rp 300.000,-
gernbin rosted 1 kg   : Rp 500.000,-
Bubuk 1kg                 : Rp 600.000,-
kopi luwak pinang bubuk 1 kg : 700.000

Contact : 082181313041.