Desa Merdeka – Ambon : Kedatangan Presiden RI Ir. JOKO WIDODO  disambut Pemuda, Mahasiswa dan sejumlah aktivis  Pulau Romang Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Provinsi Maluku dengan tuntutan Save Romang. Tuntutan ini disampaikan para aktivis  mengakibatkan  7 orang   Romang diperiksa Polisi.

Menurut tim pengacara Petuanan Adat Rakyat Romang (TP.PARRANG) kedatangan Presiden Jokowi di Ambon hari ini (8/2) sekitar pukul 15.00 wit,  disambut aksi demo damai masyarakat pemuda mahasiswa asal Pulau Romang. Mereka membentangkan beberapa spanduk persis di ujung jembatan Marta Fons, atau yang disebut juga jembatan Merah Putih. Spanduk yg dibentangkan berisikan tuntutan masyarakat Romang kepada Presiden Jokowi supaya Presiden segera selamatkan Pulau  Romang dari Mercuri.

Hasil penelitian dan temuan Tim AMDAL Universitas  Pattimura  Ambon yang dibentuk Gubernur Maluku Desember 2016 telah menemukan dan  membuktikan kandungan Mercuri yang menyebar di pulau Romang mencapai 69,79 miligram/liter Ppm. Angka yg sangat jauh dari ambang batas aman bagi manusia yang ditetapkan peraturan perundang-undangan .Akibatnya,  lebih dari 10 penduduk pulau Romang, kini mengalami gejala penyakit yang diduga kanker, dengan gejala tumbuhnya benjolan relatif besar pada berbagai bagian tubuh mereka.

Oleh karena itu,  kini masyarakat pulau Romang resah karena hidupnya merasa terancam di pulau yang luasnya hanya 17.500 Ha atau 17,5 Km persegi. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun (B3) akibat aktivitas penambangan PT. GEMALA BORNEO UTAMA (GBU)  bukan saja melanggar peraturan perundang-undangan Lingkungan hidup,  melainkan nyata-nyata mlanggar PP 101/2014 tentang Pengelolaan Limbah B3, yang diancam pidana 3 tahun dan denda milyaran rupiah.

Di luar dugaan,  aksi damai penyampaian pendapat dan aspirasi di muka umum, direspon oleh Polisi Daerah Maluku,  dengan melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap 7 orang aktifis asal pulau Romang, dan menyita ponsel mereka.Yang di tahan  masing-masing Ishak Knyarilai (25 thn), Semuel Romer (78 thn-tokoh adat), Alex Ismael(56 th), Fredrick Johansz (29 th mahsiswa) Yakob Salkery (23 th-mahasiswa), Robi Louk,Mejin Dahaklori.  Saat ini para aktivis sedang diperiksa di Unit I Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease di Ambon. Ketika Tim Pengacara  tanyakan penyelidik, Zaki, apakah dasar hukum polisi menangkap dan memeriksa para aktivis,  dia tidak bisa menjelaskan alasan hukum penangkapan dan pemeriksaan tersebut.

Kini Tim Pengacara Petuanan Adat Rakyat Romang(TP.PARRANG) sedang Berusaha membebaskan para terperiksa dan akan melapor PT. GBU karena tindak pidana lingkungan dengan korporasi sebagai yg diduga adalah pelakunya.

MOHON BANTUAN SUPORT KAWAN-KAWAN terhadap advokasi kasus ini karena gara-gara eksploitasi pertambangan  emas oleh PT.GBU , masyarakat Romang menjadi korban.

Terima kasih. Demikian disampaikan TP.PARRANG Buce Hahury SH  Kepada kontributor  Desa Merdeka   melalui komunikasi WhatsApp. (8/2/2017/*Chris)

gambar : Ishak Knyarilay saat sedang diperiksa di Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease malam ini.