Desa Merdeka – Ambon : Potret keretakan Petuanan adat Pulau Seram tidak dapat dibendung oleh anak anak adat turunan Bangsa Alifuru .Terjadi transaksi jual beli tanah dan dusun antara anak-anak adat dengan Investor yang datang dengan jumlah uang besar maupun pendatang yang ingin mengais rejeki.

Apalagi program Pemerintah dengan transmigrasi yang sudah masuk kepulau Seram Provinsi Maluku . Akibatnya masyarakat local yang dulunya memiliki petuanan yang luas, akhirnya tidak lagi menjadi tuan dinegeri sendiri tetapi bernasib buruk dibandingkan dengan pendatang baru.

Masyarakat local yang memiliki SDM terbatas harus berkompetisi dengan Transmigrasi yang siap dengan ketrampilan mengelola lahan menjadi nilai ekonomis yang tinggi. Ditengah kegalauan masyarakat Pedesaan yang sementara diserbu oleh Investor luar bersama Investor local, maupun transmigrasi luar daerah, terdapat potret kehidupan anak negeri yang dibuat oleh Jacky Manuputty Direktur Badan Penelitian Pengembangan Gereja Protestan Maluku (Balitbang GPM) yang berkesempatan mengunjungi beberapa wilayah di pulau Seram.

Potret ini sebagai catatan yang tertinggal dibuat sesuai pemetaan di wilayah masyarakat adat sejak akhir tahun 2011 sampai awal Februari 2012 sampai sekarang menjadi wilayah garapan yang sangat luas dan subur serta mendatangkan keretakan masyarakat adat di pulau Seram. Menurut Direktur Balitbang GPM yang juga jebolan Hartford Seminary Amerika yang biasa disapa Pa Jacky memberikan catatan lepas kepada kontributor Desa merdeka dari perjalanan dimaksud antara lain :