Prof.DR.A.Retraubun MSc,mantan Wakil Menteri Perindustrian,Guru besar Unpatti Ambon

Prof.DR.A.Retraubun MSc,mantan Wakil Menteri Perindustrian,Guru besar Unpatti Ambon

Ambon-Desamerdeka. Para Tokoh dan pemuka Masyarakat Maluku di Jakarta telah berjuang keras agar Pemerintah Pusat dapat membangun kilang gas cair(LNG) didarat (onshore),bukan Floating.Dan hal itu harus terus didorong oleh pemerintah daerah agar pipa Gas dan Kilang LNG didarat dapat ciptakan efek Multiplier yang luar biasa. Hal tersebut disampaikan oleh Prof.Dr.Alex Retraubun MSC kepada desa merdeka ketika beranjang sana di café Kopitiam Urimesing Ambon selasa 3 November 2015,Ketika disampaikan tentang PI 10 % Blok Marsela bagi Maluku,Profesor yang biasa di sapa Pa Lex menjelaskan kepada contributor desamerdeka bahwa masalah 10 % bukan kewenangannya .Itu hal praktis,tetapi kebijakan pemerintah harus dikritisi termasuk didalamnya 10 % itu. Dalam pengolahan gas di Blok Masela muncul dualisme pemerintah.Satuan kerja khusus pelaksana kegiatan hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)menginginkan membangun kilang gas cair (LNG) terapung ditengah laut(floating)atau didarat(onshore).Dalam pertemuannya beberapa waktu lalu ,tak disangka Professor Lex diundang sebagai akademisi bersama pemuka masyarakat Maluku di Jakarta dengan Menko bidang kemaritiman sumber daya Rizal Ramli mendengar keinginan rakyat Maluku , Mentri sangat setuju agar pembangunan pipa dan kilang LNG seharusnya didarat(onshore).Masyarakat Maluku sangat setuju dengan Menko kemaritiman dan sumber daya. Menurut Profesor Lex yang juga mantan wakil Menteri Perindustian itu,ada dua hal : Pertama, kalau pipa dibangun didarat artinya pemerintah pusat menghitung posisi tawar Maluku dimana sumber daya alam memiliki standart atas.Namun jika dilaut artinya melemahkan posisi tawar Maluku.Tetapi jika membuat pipa dan kilang LNG didarat akan membawa dampak pembangunan luar biasa.Dengan menunjuk Kalimantan Timur,bisa menjadi bukti kemajuan yang luar biasa.kota Bontang menjadi kawasan yang berkembang pesat,pendapatan bertambah .juga di Aceh.Dan mudah dikontrol tetapi kalau system floating dilaut itu sangat eksklusif,apalagi pemerintah akan lemah dalam pengawasan. Ditambahkan apalagi SDM Maluku tentang Migas sama sekali tidak ada, jujur saja orang Maluku belum tau tentang Migas.di Unpatti juga beluam ada.SDM Migas orang Maluku hanya berada diluar daerah.Diharapkan ada Goodwill Pemerntah daerah segera mengirim anak-anak daerah keluar study tentang Migas selama 4 tahun S1,kalau kita menghitung waktu operasinya Blok Masela 50 tahun. Dari sekarang Pemerintah daerah harus mengambil langkah itu,agar posisi kita dihitungkan.ketika dikejar bahwa apa perlu Unpatti sebagai Universitas ternama didaerah ini harus membuka program Migas,sebagai seorang Ilmuan ,Prof.Lex mengatakan ,untuk jangka panjang Unpatti harus buka Programnya,tapi untuk jangka pendek harus kirim anak Maluku study diluar khusus Migas,karena kita harus antisipasi dari sekarang. harus tanya ke Gubernur ,bagaimana mengantisipasi tenaga kerja Blok Masela, Pasti jawaban beliau demikian .Selanjutnya dikatakan sebetulnya Pemerintah telah berencana putuskan pengolahan gas di blok Masela pada tanggal 10 Oktober2015 lalu,tetapi atas desakan beberapa anggota masyarakat dan pemuka Maluku dijakarta untuk onshore bukan floating, maka ditunda lagi dua bulan mendatang. Dikatakan dalam pertemuan dengan menteri kemaritiman dan sumber daya ,Prof.Lex yang adalah guru besar pada Universitas Pattimura itu mengingatkan Menteri dalam pertemuan itu bahwa,Pemerintah dalam memutuskan soal gas di Indonesia Timur itu harus hati-hati,karena gas di Indonesia Timur itu sumber daya kita yang terakhir. Diingatkan karena semua sumber gas alam di Indonesia Barat sudah hampir habis alias kering. Menko juga mengakui Indonesia Barat finish. Masela lebih hebat dari Qatar. Untuk itu sebagai anak Maluku Profesor Lex membuktikan bahwa Blok Masela memiliki cadangan terbukti gas sebesar 10,73 triliun kaki kubik. Belum dilokasi lain di Maluku. Jadi Menurut Mantan Wakil Menteri Perindustrian itu,bahwa pemerintah harus hati-hati mengambil keputusan system mengelolanya,sekali mengambil keputusan mengelolanya menguntungkan investor akan mengakibatkan kita dibawah kendali mereka dan kita sebagai pemerintah, rakyat,swasta hanya jadi penonton .Karena itu Pembangunan pipa dan kilang LNG didarat(onshore)akan mampu dengan memberikan komoditas strategi untuk menuntun dan mampu mendongkrat kemiskinan Maluku nomor 4 bisa menjadi minimal menjadi nomor 5 atau 6.karena dengan system onshore membawa efek multiplier bertumbuhnya industry terkait.
Ketika contributor desamerdeka meminta penjelasan tentang Gas abadi bukan saja di Blok Marsela tapi di Maluku terdapat 25 titik Gas alam ,sebagai seorang pengajar dengan nada santai dikatakan bahwa,lahan gas di Maluku bukan hanya di Masela,tetapi sekali Masela diputuskan, dengan mudah investasi pengelolaan gas tersebar di Maluku sehingga wilayah Maluku menjadi kawasan yang sangat ramai . Bahkan investasinya akan lebih murah, karena sistemnya sudah ada dan di Blok Masela sudah berjalan. Diharapkan kedepan dinamika perniagaan kawasan Blok Masela menjadi berkembang dan disinilah Tol laut menjadi momentum penting untuk mengembangkan perniagaan lintas timur barat,maupun barat ke Timur.Dalam percakapan akhir diharapkan dalam waktu dekat Pemerintah daerah dapat memformulasikan langka-langkah konkrit supaya masyarakat Maluku terlibat sebanyak banyaknya tetapi tentu butuh Skill yang spesifik.Karena itu Pemerintah harus menyiapkan sumber daya manusia Maluku secepatnya dalam kurun waktu 4 tahun ,dan dimulai sekarang agar posisi tawar kita semakin jelas. .( 03/11/2015*Chris)