Desa Merdeka, MAJENANG – Panitia Pengawas (Panwas) Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kecamatan Majenang, mulai mengalami hambatan. Pasalnya, 3 dari 8 desa yang akan melakukan pilkades serentak pada 19 April mendatang itu berada di daerah tanpa sinyal telepon seluler (blank spot).

“Ada desa yang memang tanpa sinyal,” ujar Camat Majenang, Oktrivianto Subekti, Jumat (29/1) kemarin.

Dia mengatakan hal ini akan membawa kendala komunikasi bagi panwas. Pasalnya, mereka harus membagi petugas ke 8 desa. Sementara jumlah panwas juga terbatas. Hanya saja, hambatan ini tidak akan muncul pada panitia pilkades di 5 desa lainnya yang berada di dataran rendah.

“Kalau di bawah tidak ada masalah. Komunikasi bisa dengan hp,” katanya. Karenanya, panitia akan menyiagakan alat komunikasi alternatif berupa radio HT. Upaya ini dilakukan agar panitia bisa memonitor seluruh desa. Dan jika ada kendala atau muncul permasalahan, seluruh anggota panwas bisa saling berkoordinasi dan mengambil langkah yang dibutuhkan.

“Radio akan disiapkan. Minimal empat. Satu untuk koordinator, sisanya dipegang panitia pilkades,” ujarnya. Seperti diketahui, 8 desa di Kecamatan Majenang masuk dalam rencana Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk menggelar pilkades serentak. Ke-8 desa tersebut adalah Jenang, Padangjaya, Padangsari, Sadahayu, Pangadegan, Mulyadadi dan Mulyasari. Satu desa lainnya adalah Sadahabumi yang diajukan pelaksanaannya.
Sementara desa yang berada di daerah pegunungan adalah Sadabumi, Sadahayu dan Pangadegan. Kesulitan yang akan dialami panwas ada di Desa Sadahayu yang selama ini tidak terjangkau sinyal telepon seluler.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap, Sutarjo mengatakan, tahapan pilkades dimulai sejak 18 Januari lalu. Sedangkan pemungutan suara digelar 19 April mendatang. Kabupaten Cilacap akan menggelar pilkades serentak di 42 desa. (har/ttg)