Desa Merdeka – Ambon : Menghadapi Pilkada Bupati/Walikota di beberapa Kabupaten dan Kota maupun Gubernur kedepan di Provinsi Maluku, Direktur Litbang Gereja Protestan Maluku (GPM) Jacky Manuputty menurunkan tulisan hanya untuk merevieuw  lagi terhadap Peran Politik GPM bagi  Pelayan dan Warganya serta masyarakat  dengan judul : PILKADA, Warga GPM & Peran Politik GPM.

Persiapan menuju Pilkada Kota Ambon serta beberapa kabupaten lainnya di Provinsi Maluku mulai menggeliat. Di banyak tempat berseliweran percakapan tentang bakal calon yang akan bertarung dalam peristiwa demokrasi ini. Dari sekilas nguping-nguping dan tanya-tanya, preferensi pemilih warga Gereja Protestan Maluku (GPM) terkait pilkada dalam kaitannya dengan kategori agama dapat dikelompokan sebagai berikut:

  1. Kelompok warga gereja yang berpendapat: Siapapun kandidatnya, tak peduli latar belakang agamanya, yang penting bersikap adil, tidak korupsi, tidak sektarian, serta bekerja dengan sungguh-sungguh dan transparan untuk kesejahteraan masyarakat.
  2. Kelompok warga gereja yang berpendapat: Kandidatnya harus Kristen Protestan, warga GPM (bukan denominasi Kristen lainnya), dan bisa ‘membantu’ GPM (sambil menghitung hal-hal yang menurut mereka sudah disumbangkan beberapa kandidat kepada GPM.)
  3. Kelompok warga gereja yang berpendapat: Kandidatnya tidak harus Kristen, kalaupun Kristen tak harus warga GPM, yang penting bisa dekat dan ‘membantu’ GPM (sambil juga menghitung hal-hal yang menurut mereka sudah disumbangkan beberapa kandidat yang bukan Kristen kepada GPM.)

Sekalipun 3 kategori di atas hanyalah hasil dari pengamatan empirik, namun menantang untuk memperhadapkan realitas ini pada “Peran Politik GPM” yang telah dirumuskan menjadi salah satu isu strategis dalam PIP-RIPP GPM 2015-2025.