Desa Merdeka – Ambon : Hari ini kamis 15/2/2018 bertempat dijalan gong perdamaian dunia   berhadapan dengan monumen gong perdamaian dunia kota Ambon provinsi Maluku,dilakukan deklarasi tolak dan lawan politik uang serta politisasi SARA oleh Bawaslu Provinsi Maluku kepada ketiga pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil Gubernur Maluku periode 2018-2023 dan semua yang terlibat dalam politik pilkada.

Hasil liputan langsung kontributor desa merdeka , deklarasi dilakukan untuk menolak & lawan politik uang serta politisasi SARA pilkada 2018 berintegritas. Ketiga paslon Gubernur dengan jargon masing -masing ; Hebat, Baileo, Santun .

Deklarasi yang dilakukan Bawaslu Maluku menghadirkan Plt Gubernur Maluku, ketua KPU pusat maupun BAWASLU pusat sekaligus ketiganya menyampaikan arahan bagi seluruh masyarakat Maluku dan kepada ketiga pasangan calon Gubernur Maluku bersama tim pemenangan maupun partai-partai pengusung serta masyarakat yang hadir .

Pimpinan partai politik yang hadir adalah ketua DPD PDIPerjuangan Edwin Huwae SH dan Sekretaris DPD Drs Lukas Wattimury M.Si bersama staf lainnya.sementara partai-partai lainnya diantaranya sekretaris Golkar Rulan Tahapary SH.

Dalam sambutan   plt gubernur Maluku DR.Zeth Sahuburua SH ,MH menekankan tentang provinsi Maluku adalah provinsi yang menjunjung tinggi keberagaman .

Sementara KPU Pusat dan Bawaslu pusat dengan penekanan pada   melawan politik uang dan SARA adalah racun demokrasi .

Mengakhiri sambutan Bawaslu pusat mengajak seluruh jajaran bawaslu Maluku berdiri dan mengucapkan ikrar bersama yang dipandu bawaslu pusat ,yang berisi : bersama rakyat awasi pemilu , bersama bawaslu tegakan keadilan pemilu.

Setelah itu bawaslu pusat mengundang ketiga paslon naik panggung deklarasi, bersama   tim pemenang dan unsur lainnya yang terlibat dalam pilkada gubernur Maluku 2018 untuk menyatakan sikap dengan membaca isi deklarasi   demi mengawal dan mensukseskan penyelenggaraan pemilihan gubernur 27 Juni 2018 disaksikan oleh bawaslu pusat,KPU pusat dan plt Gubernur Maluku yang secara bersama membacakan isi kesepakatan yaitu :

Dengan Tuntutan dan Rahmat Tuhan yang Maha Esa,Bawaslu provinsi Maluku bersama segenap masyarakat Maluku dalam semangat orang basudara menyatakan komitmen untuk mengawal dan mensukseskan penyelenggaraan pemilihan gubernur, bupati,dan walikota 27 juni 2018 yang aman,damai,demokratis dan berintegrasi demi terwujudnya keutuhan dan kesejahteraan Maluku.

Maka dengan ini, kami bertekad.

  1. Mengawal pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota di provinsi Maluku dari praktek politik uang dan SARA karena merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.
  2. 2.Tidak menggunakan politik uang dan SARA sebagai sarana meraih simpati pemilih karena mencederai integritas dan kedaulatan rakyat.
  3. 3.Mengajak pemilih untuk menentukan hak pilihannya secara cerdas berdasarkan program kerja dan bukan karena politik uang dan SARA.
  4. Mendukung Kerja-Kerja pengawasan dan penanganan pelanggaran terhadap politik uang dan SARA yang dilakukan oleh lembaga pengawas pemilu.
  5. Tidak akan melakukan intimidasi, kekerasan atau aktivitas dalam bentuk apapun juga yang dapat mengganggu proses penanganan pelanggaran.

Setelah itu ketiga paslon bersama tim pemenangan diajak bawaslu pusat menanda tangani kesepakatan melawan politik uang dan politisasi SARA diikuti KPU Pusat , Plt gubernur maluku maupun bawaslu pusat.

Sebagai tanda dimulainya perlawanan terhadap politik uang dan Sara Bawaslu   mengajak paslon bersama memukul tifa yang dibunyikan sebagai tanda dimulainya aktivitas politik pilkada 2018 sekaligus mengawal politik uang dan politisasi SARA.

Setelah itu bawaslu pusat mengundang ketiga paslon dan tim pemenang serta bawaslu dan kpu pusat maupun plt gubernur Maluku menanda tangani komitmen deklarasi dipapan yang sudah disediakan.

Setelah penanda tangani deklarasi untuk mengawal pilkada maluku para paslon maupun tim pemenang dan partai2 pengusung berpawai damai dengan berjalan kaki dikota Ambon.