Desa Merdeka – Ambon : Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA MBD) di Ambon menyampaikan pernyataan kepada Pemerintah Indonesia terkait Blok Masela dengan Nomor : 024/Eks/Peng.Gema MBD Ambon /1/2016. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Mentri ESDM ketika berkunjung di Ambon tanggal 9 Januari 2016 didepan kantor Gubernur Maluku yang mendapat pengawalan ketat .

Isi pernyataan sebagai berikut : Indonesia adalah Negara kesatuan yang terdiri dari daerah”yang tlh d karunia oleh Tuhan Yang Maha Esa sehingga banyak sekali sumber daya alam terdapat di dalamnya.tujuan dari pada mendirikan Negara Indonesia ini adalah mensejaterahkan khdpan masyarakat ,dengan demikian maka Daerah Maluku,KabupTen Maluku Bart Daya dan Maluku Tenggara Barat merupakan bagian yg tdk terlepas pisahkan dari NKRI ,Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan BLOK MASELA di tengah tengah kabupaten maluku barat daya dan maluku tenggara barat yang saat ini telah menjadi tumpuan NKRI terlbh khususnya Provinsi Maluku,dalam pengelolaan BLOK MASELA tersebut seharusnya berpedoman pada pancasila dan UUD NKRI 1945 yang lbh mengedepankan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,bukan mensejahterakan sekelompok orang atau elit politik yang ada.

Selat Masela dengan pulau Masela digugusan kepulauan Maluku Barat Barat Daya yang berhubungan historis dan kosmologis dengan masyarakat pulau Selaru di Maluku Tenggara Barat kini bagaikan si gadis cantik yang sedang bergerak bangun dengan sebuah fajar kekuatan baru The Power Of Place d ujung selatan Kepulauan Maluku .nama Pulau Masela yang Makin mencuat hari ini menunjukan bukti bukti yang meyakinkan bahwa geografis kepulauan ini bukanlah kesilaman yang terkubur dalam gelap zaman,melainkan rezim ekonomi zaman baru (REZB)dengan intensitas arus yang tinggi untuk menentukan nasib gisi kesejahteraan jutaan manusia

Pulau Masela telah memainkan kejutan zaman baru yang seolah membuat orang menjd panik dan kacau menentukan pilihan ketika diperhadapkan dengan pilihan antara pro rakyat atau pro investor yang d pagari dengan perdebatan On Shore Off Shore .pulau masela terus memainkan peran kunci dalam pembentukan keragaman mozaik kehidupan.Hegemony globalisasi seolah telah melahirkan sebuah arus baru paradgma yg memandang sejarah dari bawah(history from bottom)dari pusat pinggiran.Trayek kemajuan masyarakat,khususnya Masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang berciri 3T(terpencil,terdepan,terluar)di pinggiran perbatasan dengan Negara Australia,Timor Leste dan papua New Gini (PNG),di harapkan makin cerah,namun selama ini 3T ini tdk di perhatikan baik oleh pemerintah pusat.

Masyarakat kabupaten Maluku Barat Daya dan Maluku Tenggara Barat,sejak lama telah mendekaman dalam cengkraman kemiskinan keterisolasian,dan kemelaratan,sejak zaman kemeedekaan sampai zaman pemerintahan kabinet kerja d hari ini bahwa komando Bapak Presiden (BAPAK.Ir.JOKO WIDODO).bahkan,ad semcam ungkapan bahwa biarkan saja mereka terus menderita miskin karena mereka sudah terbiasa menderita demikian.perilaku piluh itu pun masih terus berlaku sampai saat ini,selama ini mengapa pemerintah pusat tdk pernah melihat kami masyarakat Maluku terlbh khususnya kabupaten Maluku Barat Daya bersama basudara kita yang ada di Pulau Jawa,pemerintah pusat harus mempunyai perhatian khusus terhadap kami Maluku Barat Daya karena kami adalah daerah yg berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste .ternyata,hanya kasih Tuhan sajalah yg telah menghantarkan sebuah harapan baru bagi masyarakat miskin,tertnggal dan terisolir ini memasuki sebuah fajar kebebasan dan kebangkitan baru dengan di temukkannya lahan Gas Abdi di kandungan kosmos yg terjadi basis eksistensi masyarakat kepulaun ini.

Mempelajari berbagai debat argument antara Bapak Menteri Koordinator kemaritiman dan sumber daya energi dan mineral yg terus mengemuka dalam perdebatan dalam beberapa kali pertemuan yang d lakukan,maka kami Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya,Para akademisi Asal Maluku Barat Daya,tokoh tokoh masyarakat,pemerintah daerah telah satukan konsep bersama dalam pertemuan yang di laksanakan,maka kami perlu sampaikan keprihatinan kami melalui pernyataan sikap ini yg terhormat Bapak Presiden RI (Ir.JOKO WIDODO)melalui Bapak Menteri Sumber Daya dan Mineral yaitu sbb:

  1. Kami mendesak tegas kpda pemerintah pusat,pengelolaan BLOK MASELA hendaknya memperhatikan keutuhan geologi dan kosmologi masyarakat kepulauan ruang eksistensi masyarakat Maluku Barat Daya dan Maluku Tenggara Barat
  2. Berdasarkan kepentingan masyarakat Maluku Barat Daya,kami dengan tegas menyuarkan agar pembangunan Kilang Gas Masela di lakukan di daratan Pulau Babar dalam hal ini kecamatan Babar Timur,agar dapat bermanfaat nyata bagi pengembangan kemakmuran dan ksejahteraan hdp masyarakat Maluku Barat Daya yg selama ini terpuruk dalam kemiskinan
  3. Kami meminta dgn tegas kpda pemerintah pusat,khususnya Bapak presiden Ir.Joko Widodo untuk adanya perhatian Khusus untuk memperlluas akses perhubungan (laut,udara,dan darat)serta sukses pendidikan tinggi dsn penelitian sumber daya tenaga kerja yg kompetif untuk BLOK MASELA dan memasuki Masyarakat Ekonomi Asia(MEA)
  4. Kami meminta dengan tegas kpd pemerintah pusat ,khususnya Bapak Presiden Ir.Joko Widodo untuk menjadikan kabupaten Maluku Barat Daya dan Maluku Tenggara Barat sebagai salah satu basis proses maritim dan tol laut dalam mengatasi keterisolasian serta kemiskinan masyarakat yg tertindih oleh kelemahan stuktur perekonomian antar Pulau yang ada
  5. Dalam pengelolaan BLOK MASELA,kami meminta dengan tegas kpd pemerintah pusat,khususnya Bapak presiden Ir.JOKO WIDODO untuk dapat mengakomodir anak daerah kabupaten Maluku Barat Daya dan Maluku Tenggara Barat dalam pengelolaan BLOK MASELA
  6. Kami meminta dengan tegas kpd pemerintah pusat,khususnya,Bapak Presiden Ir.JOKO WIDODO untuk bisa membangun sekolah kejuruan pertambangan dan universitas tambangan khusus di MBD Karena mengingat banyak sekli sumber daya alam dalam hal ini tambang minyak dan gas Kabupaten MBD tetapi mash kurang SDM
  7. Kami juga meminta dengan hormat ,kpd pemeeintah pusat agar jangan memandang kami masyrakat MBD dengan sebelah mata,karena kami MBD adalah daerah perbatasan dengan Negara Timor Leste ,maka hrs adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat kpd kami MBD
  8. Rentang kedaulatan dan ketahan NKRI di wilayah pulau pulau kecil perbatasan yg tercri 3T,khususnya d wilayah MBD dan MTB harus terus di perkuat agar tdk mudah di susupi oleh berbagai kekuatan radikal dan eksternal lainnya.
  9. Kami juga meminta dengan tegas kepada pemerintah pusat ,khususnya Bapak Presiden Ir.Joko Widodo untuk dapat memperhatikan transportasi laut dan udara khususnya di kabupaten MBD
  10. Kami meminta dgn tegas kpd pemerintah pusat ,khususnya Bapak Presiden Ir.Joko Widodo untuk menegaskan kpd perusahaan asing dalam hal ini pihak INPEX untuk dapat melihat dgn baik kami masyarakat dan mahasiswa Maluku Barat Daya dan maluku Tenggara Barat dalam berbagai aspek yg menguntungkan kami masyarakat dan mahasiswa.
  11. Kami mohon balasan surat secara tertulis dari pemerintah pusat,terhadap kami kabupaten MBD DAN MTB

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan kapada pemerintah pusat ,untuk d tindak lanjuti demi kepentingan kami masyarakat MBD DAN MTB.Akhr kata kami mengucapkan Terimah kasih

AMBON ,09 januari 2016

Salam hormat dari kami ,masyarakat Maluku Barat Daya kpd Presiden RI bersama kabinet kerja.GERAKAN MAHASISWA MALUKU BARAT DAYA (GEMA MBD AMBON)Periode 2015 2017 EDISON KALWELA S.sos(Ketum)
STEPANUS TERMAS (Sekum) MEWAKILI MASYARAKAT MALUKU BARAT DAYA DI PENJURU NKRI Prof.Dr.A.Watloly,S.pak ,.M.Hum (10/01/2016/*Chris)