Desa Merdeka – Ambon : Diduga ada scenario Baru yang dibuat oleh Mourits Latumeten SH( kuasa hukum Hentje Toisutta dan Petro Tentua) dan Jack Stuart R.Manuhuttu (Staf divisi Renstra-Corsec Bank Maluku) yang mengadakan PERTEMUAN dengan PT.Mutiara Cahaya Sukses 13/9/2016 di Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut, Komisaris Utama Teguh Kinarto menjelaskan tentang Penyidik Kejati Maluku Rekayasa BAP dan menerima Rp 5,4 milyar untuk mengamankan dan melindungi PT Mutiara Cahaya Sukses. Tetapi juga BAP tersebut berpotensi menyeret berbagai pihak agar dijadikan tersangka terkait Mark-up pembelian Kantor Cabang Bank Maluku di Surabaya. Apakah PERTEMUAN ini untuk menghilangkan Aktor-Aktor besar dibalik masalah DUGAAN MARK-UP dengan hanya membahas proses-proses transfer, yang seluruhnya Rp.54 milyar.

Namun ada investasi dalam inventaris dan aktiva lainnya sebesar Rp 2 miliar ( SK RUPS Terbatas No : 01/RUPS-T/PT.BPDM/2014 TENTANG : persetujuan pengadaan Lahan dan Gedung Untuk Kantor Cabang Surabaya PT BPD Maluku dan Maluku Utara) tanggal 13 November 2014 tanda tangan Pemegang Saham Pengendali, Said Assagaff dan Wakil Pemegang Saham ,Richard Louhenapessy) di cf surat Direksi PT Bank Maluku No : DIR/2903 ,tanggal 13/11/2014 , dan Surat DK PT.Bank Maluku No :83/DK/2014 tanggal 13/11/2014 jumlah Rp 56 Milyar tidak dibahas.

Pertemuan dengan PT MUTIARA CAHAYA SUKSES di Hotel Everbright Surabaya dijelaskan Mourits Latumeten,SH (Kuasa Hukum dan Pedro Tentua Hentje Toisutta) dan Jack Stuart R.Manuhuttu yang adalah staf devisi Renstra-Corsec Bank Maluku secara tertulis diserahkan copynya oleh Bapa JL kepada contributor Desa Merdeka di Hotel Manise tanggal 3/10/2016 jam 18.15 disaksikan oleh beberapa orang dan diminta untuk dipublikasikan.