Desa Merdeka – Jakarta : Presiden Jokowi sejak tahun lalu telah menugaskan Kementerian PUPR untuk membangun rumah susun bagi para santriwati Pondok Pesantren Prof.Dr. Hamka yang terletak di Jalan Palarik, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah untuk mendorong pesantren sebagai pusat pengembangan karakter bangsa.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko menegaskan, “Pesantren adalah model pendidikan terbaik dalam pembentukan karakter bangsa, melalui pendidikan yang diajarkan di dalamnya. Di situlah anak-anak muda digembleng mentalnya, diajak untuk berkembang dan mengenali dirinya, yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa datang.”

Saat ini, proses pembangunan rumah susun bagi santriwati sebanyak 216 orang itu telah selesai. Rumah susun 3 tingkat ini dilengkapi dengan 108 unit tempat tidur bertingkat dan 108 unit lemari pakaian yang terbuat dari kayu.

Penyelesaian pembangunan rumah susun yang relatif cepat ini merupakan perintah Presiden supaya dapat meningkatkan kenyamanan para santri yang mondok dan menuntut ilmu di pesantren tersebut. Selain itu, pembangunan rumah susun juga merupakan bagian dari penataan lingkungan.

Rumah susun ini dibangun dengan tipe barak. Setiap lantai terdiri atas unit-unit berukuran kecil sebanyak 14 unit yang dapat menampung 28 santri, dan 2 unit besar yang dapat menampung 44 santri, sehingga setiap lantai dapat diisi oleh 72 santri. Dengan adanya tiga lantai untuk rumah susun tersebut, total dapat ditampung 216 santri.

Ketua Yayasan Wawasan Islam Indonesia sebagai pengelola Pondok Pesantren Prof.Dr. Hamka, Jasrial, mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang telah memberikan bantuan berupa rumah susun ini, sehingga bermanfaat bagi proses pendidikan di pondok pesantren.

“Rusun Ponpes Prof. DR. Hamka akan diperuntukkan bagi santriwati. Rusun ini akan digunakan setelah diresmikan bersama dengan gedung SMP, SMA dan Masjid,” jelasnya.