Desa Merdeka – Sleman : Keberadaan pasar tradisional Sleman mulai ditinggalkan warga. Terbukti warga yang mengunjungi pasar tradisional terus menurun.

Terakhir pada 2016 untuk  penurunan pengunjung mencapai 30%.  Kondisi pasar dan keberadaan toko modern diduga menjadi penyebab penurunan tersebut.

Untuk itu, berbagai langkah dan strategi terus dilakukan pemkab Sleman guna mengatasi masalah ini.  Salah satunya dengan program belanja berhadiah di pasar tradisional.

“Kami harapkan dengan program ini, dapat meningkatkan pengunjung ke pasar tradisional. Sebab, pada program yang sama tahun sebelumnya,  mampu meningkatkan jumlah pengunjung pasar hingga 10%,” kata Kepala Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani soal program belanja berhadiah pasar tradisional 2018, Selasa (6/3/2018).

Endah, panggilan akrab Tri Endah Yitnani menjelaskan, program belanja berhadiah di pasar tradisional ini, untuk sementara dilaksanakan di 17 pasar dari 42 pasar tradisional yang ada di Sleman. Di antaranya pasar Prambanan, Potrojayan, Gamping, Godean, Cebongan,  Condongcatur, Tempel, Pakem, Kebonagung, Ngino, Jangkang, Sambilegi, Kalasan, Gentan,  Sleman unit  I dan unit II serta pasar belut Godean.

Teknis dari program tersebut, setiap pengunjung pasar akan diberi kupon. Lalu, kupon itu diisi sesuai dengan identitas diri warga dan dimasukkan di kotak  yang tersedia di pasar. Tiap pasar menyediakan 200-250  lembar kupon, sehingga total kupon yang dibagikan 200.000 lembar.

“Program ini berlaku sejak 1 Maret hingga 5  Mei dan akan diundi 9 Mei di pasar Prambanan bersamaan dengan peresmian pasar tersebut,” paparnya.

Selain itu, untuk meningkatkan pengunjung, juga akan dilakukan perbaikan fisik dan peningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Perbaikan fisik di antaranya dengan merenovasi pasar.

Pedagang  pasar Prambanan, Etik (36), sangat mendukung program belanja berhadiah di pasar tradisional.  Dengan program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengunjung ke pasar. “Sayangnya untuk program ini kurang sosialisasi,” ungkapnya.

Sumber : SindoNews