Nihi Sumba Island Terpilih sebagai Hotel Terbaik Dunia 2017

Nihi Sumba Island Terpilih sebagai Hotel Terbaik Dunia 2017
Nihi Sumba Island telah meraih penghargaan bergengsi internasional sebagai World’s Best Awards (#1Hotel in The World) secara berturut-turut dari tahun 2016 dan 2017. Di manakah hotel ini berada? Simak di bawah ini:

Pantai Nihiwatu berada di wilayah Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Nihi Sumba Island sebelumnya dikenal dengan nama Nihiwatu, rebranding. Diberi nama begitu karena tujuannya untuk lebih memperkenalkan Pulau Sumba ke dunia.

Nihiwatu berasal dari Kata Ngihi artinya lesung dan watu berarti batu. Karena banyak tamu yang tidak bisa mengucapkan Ngihi makanya namanya berubah menjadi Nihi. Nama ini berasal dari daerah Rua, Wanokaka. Pantai Nihiwatu memiliki keindahan pantai yang sangat menawan dengan pasir putih. Bahkan ombak di pantai Nihiwatu masuk dalam satu spot surfing terbaik di dunia.

Managing Partner Nihiwatu, James McBride mengungkapkan dengan terpilihnya Nihi Sumba Island sebagai hotel terbaik dunia karena Nihi merupakan destinasi petualangan yang berpadu dengan unsur-unsur budaya lokal

Tamu resor ikut menjadi donatur untuk masyarakat lokal

Predikat hotel terbaik di dunia bukan hal mudah. McBride menuturkan bukan sekadar mengejar keuntungan. Sebagian dari keuntungan Nihiwatu disumbangkan ke Yayasan Sumba (Sumba Foundation) yang dipelopori oleh pendiri Nihiwatu, Claude Graves dan Sean Downs pada tahun 2001

Seperti dikutip dari laman kemenpar.go.id, resor mewah berhasil menyumbangkan kebutuhan masyarakat lokal berupa klinik kesehatan, makan siang bergizi untuk anak-anak sekolah, dan akses terhadap air bersih. Para tamu resor tersebut bahkan banyak yang menjadi donatur Sumba Foundation. Resor ini mengutamakan 90% masyarakat lokal sebagai karyawannya.

Pantai Nihi adalah surganya para peselancar

Pantai Nihiwatu masuk dalam kategori pantai terindah di dunia, bahkan dianggap lebih indah dari Pantai Hanalei Bay di Hawaii. Pantai ini merupakan satu tujuan para surfer atau peselancar kelas dunia untuk mencoba keganasan ombak pantai tersebut. Bahkan para peselancar menjuluki pantai ini dengan sebutan God’s Left.

Pantai ini terletak di arah 30 Km dari Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), jauh dari keramaian kota dan belum terjamah oleh industri–industri yang ada di Indonesia. Pantai Nihiwatu memiliki karakteristik pasir putih dan memiliki panjang pantai sekitar 2,5 km.

Ada hal unik saat kamu ingin berselancar di sini. Demi menjaga keamanan dan keselamatan, peselancar tidak dapat berselancar bersamaan dalam satu waktu. Batas peselancar hanya diperbolehkan 10 orang saja. Jika lebih dari 10 peselancar, maka peselancar lainnya harus menunggu giliran. Sambil menunggu giliran berselancar, mereka bisa melakukan aktivitas lain seperti memancing, snorkeling, scuba diving, menaiki perahu ke daerah teluk Pantai Konda Maloba, mengamati burung–burung, bersepeda gunung hingga trekking ke air terjun.

Pantai Nihiwatu saat ini dikelola oleh sebuah resort internasional bernama Resort Nihiwatu. Tidak semua orang dapat bebas memasuki lokasi pantai ini, karena penjagaan yang sangat ketat. Hanya tamu Resort Nihiwatu saja yang diperbolehkan memasukinya. Jika ingin menikmati keindahan Pantai Nihiwatu, tentunya perlu memesan kamar terlebih dahulu untuk menginap di Resort Nihiwatu.

Bangunan resor ini terdiri dari villa-villa yang menghadap ke laut. Beberapa bungalow yang ada terdiri dari tiga kamar tidur berukuran besar, dibangun di atas bukit, dam dilengkapi kolam renang pribadi yang langsung menghadap ke Samudera Hindia. Begitu pula dengan restorannya yang sengaja dibangun menghadap ke arah pantai dengan model bangunan terbuka.

Akses menuju pantai Nihi pun mudah

Perjalanan menuju ke hotel Nihiwatu nggak susah. Cukup naik pesawat dua kali dari Jakarta atau dari kota-kota besar lainnya. Transit di Denpasar, Bali. Dari Denpasar, kamu terbang lagi sekitar 1,5 jam ke Sumba Barat. Dari bandara Tambolaka, Sumbawa Barat, kamu masih harus melewati jalan darat sekitar 1,5 jam. Perjalanan panjang itu dijamin nggak akan mengalami kebosanan atau kelelahan. Sebab kita akan menemukan banyak pemandangan indah sepanjang perjalanan.

 

 

Sumber ; IDNTIMES

About The Author

Admin #1

Team Admin Redaksi Desa Merdeka di jakarta