Desa Merdeka – Ambon : Rakyat kota Ambon harus cerdas menentukan masa depan kota Ambon dalam pemilihan Kota Ambon tanggal 15 Pebruari 2017 mendatang. Apalagi terhadap calon Walikota yang sementara tersandung kasus Bank Maluku.

Pernyataan itu dikeluarkan oleh  Kader PDIP Yusuf Leatemia kepada Kontributor Desa merdeka hari ini Selasa 31 Pebruari 2017 dalam kerangka memberikan pencerahan kepada fungsionaris Golkar Nelson Lethulur yang membuat pernyataan sangat disesalkan kalau pertemuan Ketua Sinode itu menggiring Institusi GPM keranah politik.

Kepada  Kontributor Desa Merdeka sapaan Bapa Ucu  Anggota Gereja GPM yang juga kader PDIP,yang selama ini mengkritik berbagai ketimpangan para pemimpin di Maluku menanggapi pernyataan Nelson Lethulur kader Golkar tentang pertemuan salah satu Pasangan calon Walikota Ambon  Poly Kastanya dengan timnya  di rumah Pastori Ketua Sinode GPM tanggal 25/1/2017 di media local Mimbar Rakyat 30/1/2017 .

Akrab disapa Pa Ucu menyatakan,bahwa pernyataan saudara Nelson Lethulur itu sebuah ketakutan dan mengada-ada. Rumah Pastori Pemimpin Umat  GPM tempat siapa saja datang untuk meminta nasihat pastoral. Beliau pemimpin umat mau jumpa dengan penjahat juga tidak bisa dilarang Kalau ada pernyataan seperti itu saudara Nelson tidak mengerti tanggung jawab pemimpin Umat terhadap kepentingan masyarakat secara menyeluruh. Semua orang berhak menemui beliau. Sudah bertemu tidak berarti Ketua Sinode berpihak kepada mereka dan menyetujui apalagi menggiring institusi GPM keranah Politik.Kita kenal betul siapa Ketua Sinode sekarang. Beliau sangat kritis terhadap berbagai masalah.

Pernyataan Nelson di Mimbar Rakyat 30/1/2017 dibantah Pa Ucu kader PDIP yang malang melintang diberbagai lini politik dan bisnis kontraktor dengan mengatakan pernyataan itu sangat tendensius, hanya persepsi negative saja.

Menurut Pa Ucu hanya  karena kepentingan politik Pilkada baru soroti  GPM  ,kenapa Saudara Nelson dan timnya Paparisa Baru  tidak  jumpa dengan Ketua Sinode, lagi seperti  tim paslon Walikota  yang lain . Ada apa sampai sikap emosional fungsionaris Golkar Maluku itu  membuat pernyataan menanyakan independensi Ketua Sinode GPM.Semua orang juga  tidak bisa  melarangnya bila berjumpa dengan Ketua Sinode GPM. Namanya Rumah Pastori GPM Ketua Sinode. Bila saudara Nelson dan tim paparisa menemui Ketua Sinode sebagai  pimpinan Umat juga  tidak dilarang. Saudara Nelson harus mengerti  bahwa bukan perjumpaan dengan calon tertentu  lalu ada kepastian mendukung calon tersebut. Ketua Sinode GPM adalah pimpinan untuk semua Umat dong. Termasuk Calon Paparisa Baru.”tegasnya”.

Menyinggung kepemimpinan Walikota kedepan, menurutnya Pemerintahan kedepan harus orang yang bersih,bukan pemerintahan kedepan jangan ada keluarga yang masuk mengatur-mengatur proyek, Dunia Usaha saat itu ada istri juga yang punya proyek seperti  istri mantan walikota punya proyek.”ujarnya.  Untuk itu masyarakat hati-hati memilih jangan pilih Walikota yang istrinya pegang proyek,tapi pilih Walikota yang bersih. Ujarnya tegas.

Masyarakat lihat pilkada Kota Ambon jangan ada calon yang tersandung dengan kasus Korupsi termasuk Richard Louhenapessy calon Walikota Ambon diduga dengan Bank Maluku, maupun sebagai mantan Ketua DPRD Maluku yang diduga tersandung dengan Repo Bank Maluku.

Saudara Nelson Lethulur ketika dikonfirmasi melalui Ponselnya tentang  berita yang dimuat Mimbar Rakyat tanggal 30/1/ 2017, dikatakan yang dijelaskan tentang kehadiran Calon Walikota dan tim itu adalah versi Wartawan . Ketika mereka menanyakan apa wajar demikian ,maka saya menjawab ,tidak wajar karena substansi yang dimaksudkan saudara Nelson adalah  dengan kehadiran Calon dan Tims suksesnya itu, dengan sangat menyesal bila Insitusi GPM diarahkan untuk melakukan tindakan politik praktis.

Atas jawaban itu ketika contributor Desa Merdeka menanyakan bahwa Rumah Ketua Sinode itu tidak dilarang siapa saja datang menemuinya, maka dijawabnya, substansi bukan bermaksud menjatuhkan wibawa kepemimpinan Ketua Sinode.,atau bukan bermaksud ditujukan kepada pribadi Ketua Sinode  karena yang ditanya wartawan apa wajar datang kerumah, saya sebagai warga Gereja jawab kepada wartawan tidak wajar,saya tidak bermaksud menjatuhkan wibawa kepemimpinan Ketua Sinode. Sebagai warga Gereja tidak bermaksud menjatuhkan wibawa ketua sinode, substansinya  jangan menggiring instutusi gereja kepada praktik politik praktis.itu saja yang lain versi wartawan.

Tentang keterlibatan mantan Walikota Ambon Richard Louhenapessy dengan Bank Maluku-Malut, Kontributor Desa Merdeka telah menghubunginya dengan mengirim SMS minta diklarifikasi,tapi Sampai berita ini dinaikan ke redaksi  hanya dijawab kepada contributor Desa Merdeka isinya : Selamat siang Pendeta. Beritakanlah khabar sukacita kepada semua orang. Bung kan tau masalahnya. Bung tulis secara jujur dan obyektif dalam perpektif sebagai seorang Hamba Tuhan. Tks. Jawaban balasan contributor DM : yang beta tau hanya khan dari bapa,kalau berita dari beberapa media belum diklarifikasi, Apalagi pernyataan dari Ucu Leatemia buka saja Bank Maluku, tapi juga dikatakan jangan pilih walikota yang istri pegang proyek. Karenanya beta minta klarifikasi. trims bapa. Dengan SMS demikian sampai berita ini dikirim ke redaksi tidak ada lagi klarifikasi dari mantan Walikota RL yang juga calon Walikota periode 2017-2022 itu. (31/1/2017/*Chris)