Desa Merdeka – Ambon.
Melalui E-mail kontributor desa merdeka chris_sahetapy@yahoo.com , media online World Israel News mengirimkan laporan siaran pers yang dilansir Jerusalem post bahwa benarkah negara-negara Arab di UNESCO mengubah sikap mereka anti-Israel ?
Menurut duta besar Israel Carmel Shama Hacohen,
untuk organisasi UNESCO,
Anggota negara-negara Arab dari dewan eksekutif Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) diharapkan menarik resolusi dua tahunan mereka yang menolak kedaulatan Israel di Yerusalem.

Jerusalem Post melaporkan pada hari Minggu bahwa UNESCO diperkirakan akan mengadakan pemungutan suara anti-Israel lagi pada hari Jumat, namun menurut Shama Hacohen, dewan tersebut akan setuju untuk menunda pemungutan suara selama enam bulan.
Menurutnya
“Waktulah yang menentukan apakah ada perubahan taktis atau pendekatan baru. Jika demikian, ini adalah kemajuan yang signifikan untuk membersihkan daftar dari hasutan dan politisasi terhadap kita dalam organisasi, “kata Shama Hacohen, menurut Jerusalem Post.

“Ini bisa menjadi langkah penting menuju penghapusan usulan anti Israel sama sekali,” dia menggarisbawahi

UNESCO telah menyetujui beberapa resolusi anti-Israel di masa lalu. Resolusi 2016 yang mengabaikan hubungan Yahudi dengan situs -situs tersuci seperti gunung zion ((Temple mount) tembok atau dinding Barat (Western Wall) Jerusalem merujuk pada situs mereka sebagai Muslim seperti al-Haram al-Sharif dan Buraq Plaza, yang menciptakan krisis internasional.

Akhir pekan ini Israel untuk pertama kali bersiap untuk hadapi sebuah pertempuran dalam waktu kurang dari seminggu dan diharapkan dalam beberapa tahun terakhir , dewan eksekutif dapat memilih untuk tidak mengutuk Israel sama sekali.

Shama Hacohen mengatakan bahwa dia masih mempersiapkan semua opsi.

“Saya tidak akan percaya bahwa penundaan telah terjadi sampai saya mendengar sendiri putusan dan pengumuman yang berasal dari pimpinan organisasi ,” katanya.

Baru-baru ini, UNESCO memilih untuk mengumumkan Kota Tua Hebron, termasuk Gua para leluhur Israel sebagai sebuah situs warisan Palestina.

Oleh: Staf Berita dunia Israel .
Sumber : worldisraelnews.com
8 Oktober 2017.