Desa Merdeka – Jakarta : Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR akan segera melakukan verifikasi atas laporan dugaan pelanggaran kode etik terhadap Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR, terkait penyiaran kampanye dirinya sebagai calon ketua umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) di TV Parlemen.

“Biasanya akan kita verifikasi dulu. Kami belum verifikasi,” kata M.Syafii, Anggota MKD DPR, Selasa (26/4).

Kata dia, verifikasi perlu dilakukan demi memastikan apakah pengaduan itu memenuhi unsur untuk dilanjutkan atau tidak dilanjutkan.

“Kalau tidak dilanjutkan berarti selesai. Kalau dilanjutkan, MKD akan bekerja sangat njelimetmemanggil saksi-saksi untuk mengecek,” ujarnya.

‎Untuk diketahui, Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB) melaporkan Fahri Hamzah ke MKD, Senin (25/4), terkait dugaan pelangaran kode etik anggota DPR dengan penyalahgunaan fasilitas pimpinan dewan untuk kepentingan pribadi.

“Telah terjadi pelanggaran kode etik dengan sengaja, sadar dan terencana yang dilakukan Fahri Hamzah sebagai wakil ketua DPR. Ini terkait pencalonan Fahri Hamzah sebagai ketua umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni),” ujar Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Bangsa (AMPB) Suwitno.

Menurut Suwitno, pencalonan Fahri dalam kapasitas wakil ketua DPR dinilai sebagai bentuk pelanggaran kode etik. Bahkan, dalam iklan berdurasi selama dua menit yang diproduksi Humas DPR seharusnya dimaksudkan untuk sosialisasi kegiatan DPR. “Biaya produksi dan penayangan iklan tersebut dibiayai dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang merupakan uang rakyat. Kami minta MKD segera memeriksa dan menyidangkan Fahri Hamzah dalam sidang kode etik secara terbuka,” katanya.

Markus Junianto Sihaloho/Hotman Siregar/FMB

BeritaSatu.com