Dumadi Tri Restiyanto : Ketua DPW Petani Jateng Menyatakan bahwa kemalasan yang dimaksud oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman harus diterjemahkan dan dijabarkan secara riil dan bagaimana solusinya. Menang beberapa program yang disampaikan oleh Mentan cukup baik dan memberikan harapan bagi petani.

Beberapa program tentang Peternakan, Perikanan dan Pertanian cukup sulit diterjemahkan oleh Petani. Menteri seharusnya menjabarkan kebijakannya dalam juklak dan juknis yang terperinci dan bisa diterapkan oleh petani. Mentan Pernah mengumumkan program menteri pertanian dengan lahan minimal 15 Ribu hektare. Beberapa program bantuan bibit ternak 10.000.000 bibit. Tetapi bagaimana petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan tidak diikuti program pendampingan yang jelas,terprogram dan tersistematis. Ungkap Ketua DPW Petani Jawa Tengah di tengah kesibukannya dalam mengkonsoludasikan kelompok kelompok petani di Jawa Tengah secara digital dan di lapangan.

Menteri harus menetapkan sejauh mana kemalasan petani dan sebab sebab kemalasan. Petani memiliki dua karakter motivasi yaitu
1. Transaksional Motivation
2. Self motivation.

 

Seperti halnya pakar manajemen membagi dalam teori XY Motivation. Di sisi lain petani memiliki motivasi dalam lima tingkatan menurut AH Maslow

1. Kebutuhan Fisik
2. Kebutuhan Biologi
3. Kebutuhan Sosial
4. Kebutuhan Kekuasaan
5. Kebutuhan Aktualisasi diri.

 

Petani sebagai individu dan kelompok memiliki motivasi yang berbeda. Disamping itu petani juga memiliki beberapa tingkatan perbedaan yaitu

1. Permodalan
2. Luas Lahan
3. Pendidikan
4. Ketrampilan
5. Energi secara fisik
6. Lingkungan dan kepadatan penduduk
7. Area ketinggian dari permukaan laut
8. Tingkat kesuburan
9. Tingkat keamanan dan konflik
10. Nilai nilai sosial dan Budaya serta derajat gotong royong.

 

Petani dalam peningkatan kemakmuran bukan persoalan angka angka anggaran pemerintah, karena kebutuhan petani bukan kuantitatif saja tapi juga kualitatif.

Pergeseran nila nilai gotong royong menjadi sifat individualistis dan kapitalisme liberal juga perlu dipertimbangkan,belum di dukung wilayah orientasi petani.

Pertanian di Indonesia memiliki tipografi dan tipologi yang berbeda di luar Jawa dan di Jawa. Daerah Lembah atau dataran tinggi, daerah perkotaan dan pedesaan. Wilayah Implementasi di lapangan baik lahan intensif atau ekstensif. Sehingga tidak bisa diratakan keluasan lahan. Sehingga petani tidak mampu menerjemahkan apalagi melaksanakan program mentan. Dan mentang harus merevisi program ,pernyataan dan beberapa hal yang telah disampaikan agar tidak terkesan sporadis namun tetap berkelanjutan.

Persoalan teknis di lapangan Silakan Mentan bertanya dan menghubungi ketua DPW Petani Jateng untuk mendapatkan pengarahan Langsung