Desa Merdeka – Ambon : Maluku sebagai provinsi kepulauan dalam konteks  banyak pulau dan laut memiliki desa -desa yang bertebaran diberbagai pulau yang masih butuh kecerdasan dan tangan trampil untuk mengelola ulang tata  pemerintahan dari tingkat  Provinsi sampai ke Desa. Dalam Pepres 131 Tahun 2015, Maluku memiliki 10 kabupaten tertinggal. Pendidikan Dasar dan menengah memiliki SDM yang tidak menjanjikan bagi masa depan generasi berikutnya.

Maluku urutan no 4 termiskin di Indonesia. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, kondisi Maluku seperti itu secara kasat mata  dapat dibuktikan dan diuji pembangunan desa dengan Peraturan Presiden Nomor : 131 tahun 2015  terdapat 10 kabupaten tertinggal di Maluku harus mengacu pada UU DESA dan kearifan lokal,  ujian kompetensi guru urutan ke 33,  setelah Prov  Papua urutan ke 32. Urutan kemiskinan no 4 di Indonesia.  Dipertanyakan salah siapa sebetulnya ???

Apakah rakyat Maluku salah pilih pemimpinnya yang tidak berkualitas, atau memilih pemimpin hanya yang punya duit ??? berbagai jawaban dari analisis  tiap orang cerdas sangat dibutuhkan demi Maluku kedepan  maju bersaing  dipentas nasional. Tapi kelihatan rakyat tidak belum siap apalagi memilih  pemimpin baru, yang ada pemimpin berskala lokal, semisal mereka malu -malu menerima anak daerah yang dari luar Maluku ingin mengabdi memajukan Maluku, walaupun  Maluku memiliki sejumlah anak Negeri yang mengabdi dengan profesi  di Pemerintahan pusat maupun di daerah lainnya di Indonesia dengan SDM yang tidak kalah dengan daerah lainnya.

Maluku butuh reformasi di birokrasi pemerintahan, maupun Legislatif, maupun Judikatif. Itulah percakapan dengan  salah satu  anak muda yang punya pengalaman di legislatif (tidak mau sebut namanya) mengatakan kepada kontributor Desa Merdeka, bahwa hal itu akibat dari  Kerancuhan manajerial yang kurang dipahami di era global ini. Bila mau bersaing di Era Global butuh ilmu pengetahuan dan pengalaman besar, itu yang membuat kita tersingkir bila berkompetisi.

Namun sebagai pemimpin daerah dan rakyat Maluku  sudah selayaknya menerima kehadiran anak daerah yang punya kwalitas dan profesional tapi juga berpengalaman besar  untuk bangun Maluku. Menurut anak muda jebolan Universitas di kota Surabaya itu salah satu putra terbaik Maluku adalah : Johozua  Max Yoltuwu yang seharian  disapa Pa Max  adalah  sosok birokrat murni  yang  sudah  7 tahun  menduduki jabatan eselon 1a  sekarang sebagai Dirjen Pembangunan Kawasan Pedesaan di Kementrian Desa. Pengabdianya di Kementrian Desa sudah 15 tahun.

Dari  sepak terjangnya beliau secara khusus memiliki hubungan baik dgn tokoh-tokoh  PKB yang  menjadi Mentri dikabinet  Pemerintahan pusat selama 5 kali dengan beberapa orang  Presiden. Begitu juga kedekatan dengan berbagai tokoh partai lainnya yang duduk dikabinet. Namun  kedekatan sangat dengan  tokoh-tokoh PKB inilah beliau  di mungkinkan akan mendapat   restu dari Ketua Umum PKB dalam perhelatan pemilihan gubernur Maluku.

Menurut anak muda mantan legislatif itu  Selain PKB, ada jaringan mereka  juga  sedang menjalin komunikasi dengan partai-‘Partai lain terutama PDIP. Niat tokoh Maluku yang berkarier di birokrasi sebagai Dirjen  ini jika di kehendaki rakyat Maluku ikut membangun Maluku, maka beliau akan menselaraskan program nawacita yg di canangkan Presiden Jokowi yakni membangun dari  pinggiran/desa sesuai amanat undang Undang Desa, maupun kearifan lokal dan konteks desa masing- karena beliau anak Maluku asli yang kenal dan  sering berada dikabupaten masing masing.

Karena Desa basis perekonomian rakyat. Perhelatan pemilihan Gubernur Maluku merupakan moment penting bila partai -partai politik memberikan kesempatan mendukungnya masuk dalam bursa  Gubernur atau wakil Gubernur Maluku, untuk mengabdi bagi rakyat di Maluku. (29/3/2017/*Chr)