Desa Merdeka – Jakarta :  Hari Buruh Internasional atau May Day, 1 Mei 2018, ada yang merayakan dengan demontrasi, ada pula yang merayakan dengan kegembiraan Setelah pagi harinya ribuan orang dari ratusan organisasi buruh berpawai di Lapangan Monas dan jalanan sekitarnya, sebagian besar pekerja mengalir ke Stadion Sumantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, untuk menyaksikan pertandingan sepakbola Liga Pekerja Indonesia.

Liga ini digelar oleh Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia, dan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam pertandingan pertama babak delapan besar, akan bertanding kesebelasan dari PDAM Polewali Mandar melawan PT THIESS Indonesia Kalimantan Timur. Liga Pekerja Indonesia (LIPESIA ) ini sendiri diikuti oleh berbagai perusahaan yang ada di seluruh Indonesia.

Ketua Panitia Penyelenggara LIPESIA Haiyani Romondang mengatakan, maksud diselenggarakannya LIPESIA adalah untuk memperkuat kebersamaan, persaudaraan, jiwa kebangsaan, alat pemersatu bangsa, dan memperkuat kebinekaan serta meningkatkan ketahanan sosial, khususnya di kalangan para pekerja/buruh.“LIPESIA juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja dengan pola hidup sehat melalui olahraga, khususnya sepakbola,”imbuh Haiyani. Diharapkan, kompetisi yang sehat seperti LIPESIA dapat menjadi model pelaksanaan dan perayaan May Day bagi para pekerja/buruh di seluruh Indonesia.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang hadir dalam pertandingan final menegaskan komitmen Pemerintah dalam perlindungan pekerja/buruh di tanah air. Didampingi oleh Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Koordinator Staf Khusus Presiden RI Teten Masduki, mantan Panglima TNI tersebut mengatakan secara terbuka bahwa pada pagi hari, dirinya bersama Menaker telah menerima aspirasi berbagai organisasi pekerja dan buruh di Indonesia.

Ia berjanji untuk mendalami dan menindaklanjuti apa yang telah disampaikan oleh para pekerja. Pada kesempatan tersebut Moeldoko kembali menegaskan, “Saya pastikan, Pemerintah bersama dengan para pekerja/buruh di seluruh Indonesia.” Para pekerja kemudian menyambut dengan tepuk tangan dan teriakan meriah.

Dalam kegiatan ini, selain pertandingan final, juga digelar flashmob dengan diiringi oleh lagu Poco-poco dan Gemu Famire. Flashmob ini diikuti oleh kurang lebih 300 orang yang menari secara rancak dan kompak. Selain itu, ada pula pertunjukan marching band yang berasal dari salah satu perusahaan di Indonesia. Flashmob ini boleh dibilang menjadi salah satu flashmob dengan peserta terbanyak yang pernah diselenggarakan di Indonesia.. (RJ-AW)