Desa Merdeka – Jakarta : Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Dewan Perwakilan Rakyat, Surahman Hidayat, mengungkapkan ia & koleganyadapat berkunjung ke Inggris. Mereka dapat menuntut ilmu bagaimanakah praktik mahkamah etik di Inggris.

“Masalah penegakan hukum ini jadi semangat dengan bukan cuma Dewan Perwakilan Rakyat tetapi serta DPRD Indonesia. Hasil seminar telah dirumuskan. Ini dapat lebih kumplit, kita butuh menuntut ilmu dari pengalaman negeri maju,” kata Surahman di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Kamis 21 April 2016.
Beliau menilai negeri tertua & maju yakni Inggris. Maka beliau juga menugaskan tenaga ahli buat menciptakan kajian negerimana yg dianggap paling pas. Alternatif negaranya ada Inggris & Kanada.

“Pilihannya ke Inggris. Telah dikomunikasikan sejak th dulu. Sampai-sampai KBRI [London] nagih. Bagaimanakah ini, jangan sampai bermain. Lantaran kita komunikasikan dgn parlemen di sana. Mereka telah siap, jangan sampai malu-maluin lah. Akubilang menjadi, hanya kepada musim sidang yg bakal datang,” kata Surahman.

Tuturnya ini ialah konsep yg ditunda. Studi banding, tuturnya, buat memperoleh lesson learning atas praktek mahkamah etik di Inggris. Misalnya disaat ada kasus etik yg berlangsung & laporannya ditarik, tentu dapat ada langkahnya seperti apa di Inggris.

“Kenapa pilihannya Inggris, hasil kajian & telah dikomunikasikan. & di sana telah nunggu-nunggu. Seandainya tak [pergi], pemerintah sana yg malu lantaran interaksi antarnegara kan. Menjadi kita bakal kita padatkan acaranya tanggal 25 April, telahjumpa official, 26, 27, bisa saja ada sisa sedikit 28 April, dulu pulang. Standarnya seminggu,” kata Surahman.

Beliau menjanjikan dapat melaporkan hasil kunjungan kerjanya dari Inggris. Dirinya pula menentukan seluruh akhirnya dapatdilaporkan se-terbuka bisa jadi.|viva|