Desa Merdeka – Bekasi : Merokok adalah sebuah pilihan, sebagai mana Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa merokok merupakan hak dari individu, dan tidak menempatkan tembakau dan cengkeh sebagai produk pertanian yang di larang, sehinga rokok adalah produk yang legal, dan hal ini di buktikan cukai terhadap rokok dan tembakau.

Berkaca terhadap ketetapan yang ada, merokok merupakan hak dan bukan pelanggaran hukum, berdasarkan UU Nomor 39 tahun 2009, tentang kesehatan pasal 115 ayat 1, dan jelas bahwa tempat-tempat umum seperti : Kantor, Pusat Perbelanjaan menyediakan area merokok. Dengan adanya peraturan ini menunjukan bahwa merokok itu di atur dan di lindungin oleh hukum, sehingga cukup adil para perokok harus beradab, beretika, bermoral adalah keharusan untuk merokok di ruang khusus yang tak di akses bukan perokok.

Memperjuangkan hak adalah kesadaran, dan melihat dari berbagai peraturan yang sudah ada, merokok adalah hak dan bukan pelanggaran. Disinlah kami Komunitas Perokok Bijak hadir di Kota Bekasi untuk menunjukan bahwa Perokok adalah Warga Negara yang peduli bangsa dan negara, serta memiliki etika moral dan klas social yang tidak boleh di anggap sebagai warga negara kelas dua.

Kami melihat, Kota Bekasi sudah memiliki Perda yang mengatur tentang Perokok, dan kami Komunitas Perokok Bijak (Kojak) Kota Bekasi tegaskan bahwa Kota Bekasi Tidak Perlu Ada dan jangan penyusunan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) jadi proyek buang anggaran, karena Perda Nomor  10 Tahun 2011, tentang ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam Pasal 25 sudah tepat bagaimana mengatur tentang merokok, 1. Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja, tempat belajar-mengajar, tempat ibadah dan angkutan umum sebagai kawasan tanpa rokok 2. Pimpinan/penanggung jawab harus menyediakan tempat khusus merokok dan 3. Dalam angkutan umum disediakan tempat khusus untuk merokok.

Dengan adanya ketetapan yang sudah ada di Kota Bekasi, Perda ini tinggal bagaimana pengawasan dan pelaksanaannya di lapangan oleh Pemerintah Kota Bekasi dalam mengajak seluruh stake holder yang ada untuk bersama-sama menjalankannya, terutama fasilitas merokok di Mall, dan ruang public/fasilitas umum yang masih sangat minim.

Dan kami Komunitas Perokok Bijak Kota Bekasi mengajak Perokok untuk menjadi Perokok Bijak itu harus tahu adab dan etika dalam memperhatikan dan mengerti hak-hak orang yang tidak merokok dan tidak egois, memperhatikan tempat-tempat/kawasan yang dilarang merokok, tidak merokok di depan anak-anak dan Ibu Hamil, Perokok dan Pedagang harus mendidik pada anak pelajar (+18) bahwa rokok adalah produk untuk orang dewasa, dan ketika tidak asbak berarti di rumah/tempat tersebut* secara tidak langsung melarang anda untuk tidak merokok.

Bekasi, 17 April 2016

Komunitas Perokok Bijak

   (Kojak Kota Bekasi)