Desa Merdeka – Ambon : DPRD Maluku bersama Pemerintah Provinsi dengan berbagai pihak menginginkan menutup tambang Pulau Romang Kabupaten Maluku Barat daya ( MBD) mendapat tanggapan positive dari Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA-MBD) dibawah ketua umum Stefanus Termas dan Sekretaris Umum Alfrens Lelau yang mengirimkan Press Release kepada Kontributor Desa Merdeka demikian :

GEMA-MBD mendukung adanya keputusan Pemerintah Provinsi Maluku terkait “penutupan tambang Romang yang selama ini dikelola PT. Gemala Borneo Utama (GBU). Namun GEMA-MBD mendesak Pemerintah Provinsi dalam hal ini Bapak Gubernur Maluku dan DPRD Provinsi Maluku jangan hanya menutup tambang Romang namun harus ajukan “ke meja hijau”, untuk mengganti kerugian matrial dan Immateriil. Dengan demikian dapat menjadi “yurisprudensi dalam penegakan hukum.

Kami juga bermohon agar proses ini jangan sampai di “keputusan Gubernur Maluku saja dalam hal ini menutup tambang Romang”.Namun kami juga mendesak kepala Kejaksaan Tinggi Maluku untuk memerintahkan stafnya dalam yaitu Jampidsus untuk turun memeriksa di lapangan karena berdasarkan laporan masyarakat adanya dugaan kucing-kucingan dalam hal ini uang CSR 8 Milyar beredar di masyarakat MBD adalah petingi-petinggi MBD yang namanya mereka tidak mau sebutkan.

Untuk itu kami mendesak keras pihak Kejaksaan Tinggi jangan menutup mata dengan persoalan ini karena Tambang Romang yang dikelola PT.GBU banyak sekali merugikan masyarakat setempat bahkan ada tindakan-tindakan yang tidak manusiawi yang di lakukan oleh aparat kepolisian yang bertugas di sana kepada masyarakat setempat.

Berdasarkan peristiwa sewenang –wenang kepolisian, maka pada hari Rabu kami sudah menyurati Kepala Kejaksaan Tinggi untuk Permohonan Audiens membicarakan /mendesak Kejaksaan Tinggi Maluku dengan secepatnya turun di MBD agar memeriksa kasus-kasus yang ada, salah satunya adalah Tambang Romang.

Menurut informasi ada banyak tikus-tikus yang main di dalamnya, maka kami menyatakan sikap mendukung keputusan Gubernur Maluku, namun kami juga menyatakan sikap kepada Gubernur Maluku dalam waktu dekat untuk tidak hanya menutup tetapi juga harus memproses Tambang Romang yang dikelola PT .GBU ke
Pengadilan sampai selesai karna kami tidak mau keputusan Gubernur ini hanyalah gula-Gula bagi kami masyarakat MBD lebih khususnya masyarakat di Pulau Romang, Lirang dan Wetar.

Saya juga mengapresiasikan sdr/i yang terlibat SAVE ROMANG yang selama ini sudah berjuang tanpa mengenal lelah demi kepentingan masyarakat MBD lebih khususnya Masyarakat ROMANG. Demikian Press Rel;ease GEMA –MBD. Ambon 26 Januari 2017 Ketua Umum Stefanus Termas, Sekretaris Umum Alfrens Lelau. (27/1/2017/*Chris).