Desa Merdeka – Gunungkidul : Pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Gunungkidul diwarnai aksi protes. Warga di Desa Balong, Kecamatan Girisubo mendatangi balai desa setempat. Mereka memprotes hasil seleksi karena dinilai syarat dengan kecurangan.

Aksi massa tersebut berlangsung sekitar pukul 9.15, kemarin (1/8). Puluhan warga membawa sejumlah spanduk kurang lebih berisi keluhan terkait ketidakberesan prosedur pengisian jabatan perangkat desa.

Dalam kesempatan itu, koordinator aksi diwakili oleh Parimin mengatakan, aksi protes dilatarbelakangi ketidakpuasan mekanisme pengisian jabatan perangkat desa bagian ekonomi dan pembangunan (Ekobang).

”Proses seleksi tidak transparan, karena ada indikasi money politic. Kami mendesak agar kades diberhentikan,” kata Paimin.

Menurut Parimin, kades tidak mampu memimpin wilayah, membiarkan kecurangan terus berlangsung. Tidak hanya menuntut kades lengser, ketua karang taruna juga harus mundur dari jabatan lantaran dinilai tidak becus dalam mengelola anggaran. ”Kami berharap semua tuntutan bisa segera direspons oleh pihak terkait,” tegasnya.

Camat Girisubo Jaka Wardaya mengatakan, semua aspirasi warga akan diterima. Jika memang dugaan warga itu benar, silakan diselesaikan dengan baik-baik.

”Sepanjang aksi protes warga dilakukan sesuai dengan aturan tidak ada masalah. Akan tetapi, jika sudah mengarah kepada tindakan anarkistis maka berurusan dengan aparat kepolisian,” kata Jaka.

Menurut Jaka, dugaan ketidakberesan dalam prosedur mekanisme penjaringan perangkat desa harus disertai dengan bukti yang cukup. Kalau bukti tersebut sudah ada, sebaiknya mengadukan gugatan ke pengadilan tata usaha negara (PTUN).

”Namun jika berkaitan dengan tindak pidana, sebaiknya dilaporkan kepada pihak berwajib supaya ditindaklanjuti,” ujarnya.

Jaka mengatakan, meski proses pengisian perangkat Desa Balong diwarnai aksi unjuk rasa, namun tidak mengganggu jalannya pelantikan. Proses pelantikan tetap berlangsung, namun jika kemudian batal demi hukum, maka akan kembali dilakukan pengisian ulang.

”Pengamatan kami, jumlah peserta aksi tidak sesuai dengan pemberitahuan awal yakni, mencapai ratusan. Ini yang datang kurang lebih 25 orang, dan kebanyakan dari kerabat salah satu peserta seleksi ekobang yang tidak lulus,” ucapnya.

Lalu sejauh mana camat melakukan penelusuran dugaan ketidakberesan prosedur pengisian perangkat, pihaknya belum bisa berbicara lebih jauh. Namun, dari informasi awal yang masuk, peserta yang tidak lulus karena tak bisa menggunakan komputer. ”Lalu dia tertidur,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Gurisubo AKP Mustakim memastikan, situasi keamanan dan ketertiban wilayah Desa Balong kondunsif. ”Kami melakukan pengamanan aksi unjuk rasa. Sampai selesai, penyampaian aspirasi berlangsung tertib,” kata Mustakim. |radarjogja.co.id|