Desa Merdeka – Brebes : Kartu Tani merupakan sarana akses layanan perbankan terintegrasi yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman hingga kartu subsidi (e-wallet). Keunggulan dari Kartu Tani ini antara lain single entry data, proses validasi berjenjang secara online, transparan, multifungsi.

Ketersediaan data yang lengkap dan akurat dalam Kartu Tani digunakan untuk yang pertama sebagai dasar penyusunan kebijakan bagi Kementerian Pertanian. Kedua, tranparansi penyaluran dana subsidi melalui sistem perbankan bagi Kementerian Keuangan.

Ketiga, data kebutuhan pupuk secara akurat sampai tingkat pengecer bagi Pupuk Indonesia. Keempat, bagi Bulog dapat memproyeksikan potensi panen di suatu daerah melalui data pupuk subsidi yang disalurkan, sehingga dapat segera menyerap hasil panennya, menerima dana secara utuh dan membeli pupuk subsidi sesuai kuota yang diberikan bagi petani.

Sedangkan keunggulan kelima, bagi dinas pertanian dapat mengetahui produktifitas lahan suatu daerah. Kartu Tani diharapkan menjadi era baru untuk mensejahterakan petani Indonesia.

Di Provinsi Jawa Tengah Pelaksanaan Kartu Tani sebagai Pilot Projec adalah Kabupaten Tegal. Namun demikian Menurut Pak Suharno Kepala Desa Plumbungan Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal. Bahwa Kartu Tani masih banyak Kelemahan diantaranya Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang hanya dapat direalisasikan 60% saja. Akibatnya panen akan menurun karena asupan pupuk hanya 60%. Sedangkan yang 40% memang dapat dicairkan tetapi tanamanya berbeda.

“Di Desa saya kan umumnya warga menanam padi dan jagung. Jelas jenis pupuknya berbeda” Ujar Pak Suharno Kades Plumbungan. Lebih lanjut beliau juga menjelaskan bahwa pengajuan Kartu Tani juga berdasarkan SPPT kepemilikan, akibatnya Para petani yang menggarap lahan bukan miliknya sendiri Quota mendapatkan pupuk jadi berkurang.

Kemudian masih ditemukan para juragan yang bisa mendapatkan pupuk banyak tanpa Kartu Tani.
Suharno Kades Plumbungan yang sekaligus Kepala Sekretariat Markas Banser Kabupaten Tegal berharap Bahwa Pelaksanaan Kartu Tani sistemnya harus di perbaiki diantaranya Quota, dan sistem perbankan.

“Masyarakat Tani didesa disuruh ke Bank buka rekening, kan susah juga” pungkas Pak Suharno mengakhiri Percakapan dengan Desa Merdeka.