HAMBALANG (dm):  Sebanyak 500 Kepala Desa (Kades) di Klaten menerima sosialisasi mengenai Dana Desa di Pendapa Kabupaten, Rabu (10/6).

Kegiatan itu bertujuan untuk menghindarkan salah urus dana, yang rerata Rp270 juta untuk tiap desa.

Adapun, sosialisasi itu dilakukan oleh tiga kementrian sekaligus, yakni Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal.

Mereka masing-masing mengirimkan wakilnya, untuk memberikan penjelasan kepada para Kades.

Kepala Badan Pengembangan Keuangan Kemenku RI, Sumiyati mengingatkan peruntukan dana tersebut untuk menjalankan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Menurutnya, penggunaan Dana Desa menggunakan mekanisme skala prioritas.

Bentuk Tim tarmizi-cek-beras-pak-tani_20150527_230138

Bupati Bangka H Tarmizi Saat mengharapkan adanya tim pemantauan Dana Alokasi Dana Desa (ADD) yang dikucurkan pemerintah untuk desa-desa.

Tahun 2015 ini, banyak desa yang akan mendapatkan kucuran dana baik dari pemeritah daerah dan juga pusat.

“Banyak dana akan cair dan sedang berjalan untuk desa ini, yang berguna untuk pembangunan desa dan ekonomi pembangunan,” kata Tarmizi ketika memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersamaKepala Satuan Perangkat Desa (RKPD), Selasa (9/6/2015) di Ruangan OR Binapraja Kantor Bupati Bangka.

Untuk itu, mantan sekda Bangka ini mengharapkan adanya tim pemantauan dana ADD untuk desa ini sehingga dalam pencairan dan penggunaanya lancar.

“Rancangan Kerja Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dibuat, dan dipantau ,” harap bupati.

Diuraikan bupati, penggunaan dana ADD harus diperuntukan untuk pembangunan desa, bisa meningkatkan pembangunan pendapatan desa.

“ADD itu untuk memajukan desa, harus kreatif dan bersifat inovatif,” terangnya.

Selain itu juga, bupati meminta para aparat desa untuk dapat memahami juknis dan juklak penggunaan dana ADD.

“Jangan sampai ada yang pindah rumah dan berurusan dengan hukum akibat penggunaanya tidak sesuai dan melanggar hukum,” ingat Bupati.

sumber: tribunnews.com