Desa Merdeka РGunungKidul : Demi mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sejumlah siswa di Dusun Jelok, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus menyeberangi sungai selebar 50 meter menggunakan perahu yang ditarik tangan manusia, lantaran  satu-satunya jembatan penghubung yang biasanya dilalui roboh diterjang banjir.

Selain harus menyeberangi sungai yang arusnya deras, para siswa juga terpaksa jalan kaki hingga lima kilometer jauhnya untuk bisa sampai ke sekolah mereka. Jika harus memutar menggunakan kendaraan bermotor, para siswa terpaksa harus memutar hingga lebih dari 20 kilometer dengan melewati Hutan Wanagama yang akses jalannya rusak.

Kondisi ini pun sudah seringkali dikeluhkan oleh para siswa. Mereka mengaku terganggu jika jembatan tersebut tidak diperbaiki. Para siswa ini mengaku harus berangkat pagi sekali agar mereka tidak ketinggalan UNBK yang dimulai pukul 07.30.

“Naik kapal (perahu) karena tidak ada pilihan lain. Jembatannya hancur kayak gini masak kita mau nyeberang. Ya sedikit terganggu. Waktunya juga tersita. Harusnya bisa naik motor jadinya harus jalan kaki,” kata Danu Rahmadi, salah seorang siswa SMK 1 Patuk, di Gunungkidul, Senin (2/4/2018) pagi.

Para siswa ini berharap agar jembatan tersebut bisa segera diperbaiki agar mereka tidak perlu lagi kerepotan hanya untuk berangkat ke sekolah. “Harapannya ke pemerintah ya segera dibangun. Soalnya mengganggu banget. Kalau pergi dan pulang sekolah harus jalan kaki. Seharusnya bisa naik motor bablas ke sana, jadinya harus naik kapal yang memakan waktu,” ujar Danu.

Sumber : SindoNews