Desa Merdeka – Bangka : Julukannya Indonesian Truffles. Alasannya karena kulat pelawan punya harga selangit bahkan paling mahal se Indonesia. Dengan dibandrol 2 juta per kilo, jamur satu ini hanya bisa ditemukan di daerah Bangka, lengkap dengan musimnya yang khusus dan langka.

Dalam bahasa Bangka, kulat berarti jamur dan pelawan adalah jenis pohon dimana jamur ini tumbuh. Kulat pelawan hanya bisa tumbuh dalam kondisi khusus. Harus ada musim kemarau selama 3 bulan dan hujan selama seminggu. Yang unik, jamur ini juga dipercaya perlu petir untuk bisa tumbuh. Unsur pada petir yang turun bersama hujan inilah yang dipercaya bisa membuat kulat pelawan muncul pada pohon-pohon di hutan Bangka. Oleh sebab itu, jangan heran jika jamur ini dihargai cukup mahal.

Dalam kondisi segar, kulat pelawan berwarna merah muda dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Jamur ini biasa dijual dalam kondisi kering dengan daging kulat berubah menjadi kecoklatan. Untuk mengkonsumsinya, kulat kering perlu direndam dalam air semalaman sebelum siap dimasak. Walau sudah lunak, kulat pelawan akan tetap berwarna coklat dan tidak kembali merah muda seperti warna aslinya.

Masyarakat Bangka biasa mengolah kulat pelawan menjadi gulai dengan ayam atau udang. Gulai dibuat kental seperti kari dan dihidangkan pada acara-acara besar seperti pernikahan atau hari raya Imlek. Jamur ini punya tekstur kenyal seperti jamur pada umumnya. Yang spesial kulat pelawan punya wangi yang khas tanpa bau langu yang biasa dimiliki jamur pada umumnya.

Sumber : Bangka Pos