Desa Merdeka – Ambon.

Wajah Bangsa Indonesia Merdeka 72 Tahun lamanya,tapi apakah desa pegunungan yang merupakan lahan politik yang sangat empuk ini sudah merdeka?
Hasil Alam yang limpah ruah,ijon merajaela bahkan merupakan kasur empuk menimbun harta…..
masyarakat menjadi babu dan harus menelan keringat menggantikan air minum mineral .

Akankah layak di sebut bangsa yang merdeka?
Masih banyak sekali desa – desa yang menelan air mineral keringat….

Garuda dimanakah engkau ? Kami menunggumu disini di tempat kami,dalam pangkuan ibu pertiwi.

Banyak yang mengatakan Garuda di dada,Garuda di hati namun kami sampai detik ini belum mengenal dengan baik siapa dan apa itu Garuda yang sesungguhnya….

Ketidakadilan merajalela dalam hidup kami, banyak yang menutup mata dari kami orang orang gunung orang orang terbelakang

Kiranya bangsa ini khusus para pemimpin di negeri ini mendapat Hidayah dari yang Mahakuasa terlebih bagi jiwa dan karakter yang adil dan merata amin.

Itulah ratapan dari anak negeri Hukuanakota kecamatan Inamesol kabupaten seram bagian barat (SBB) Prov. Maluku yang disampaikan oleh Pemimpin Umat HW kepada kontributor desa merdeka 9/9/2017 .
Selanjutnya dikatakan sampai kapan penderitaan rakyat ini di akhiri,ketika jalan saja sudah menyengsarakan rakyat .
Pasalnyauntuk menjangkau desa Hukuanakota dari desa Hunitetu melaluinya harus pontang panting bekerja mengangkat lumpur tanah barulah bisa dilalui.
Video yang diputar hari ini 9/9/2017 dengan tokoh pemuda Fery Lumoly yang sementara mengangkat lumpur sepanjang jalan bersama teman-teman dengan rasa kesal menyatakan bahwa sampai kapan pemerintah daerah dapat perhatikan jalan yang membuat penderitaan untuk diatasi.

Kontributor Desa Merdeka mencoba menemui Wakil Bupati SBB yang biasa disapa Yus Akerina yang hari ini 9/9/2017 berada dikota Ambon .
Kepada Kontributor desa merdeka dijelaskan bahwa Bupati dan Wakil Bupati baru 3 bulan di lantik sementara DAK 2017 sudah selesai alias habis. Dan DAK 2018 sudah ditetapkan di Jakarta.
Dijelaskan juga bahwa DAU untuk kabupaten SBB kurang lebih 500 milyar untuk membelanjai pegawai yang jumlahnya kurang lebih 6000 orang dengan anggaran kurang lebih 400 milyar.
Untuk dana ADD Kabupaten SBB kurang lebih 56 milyar pertahun.

Namun jalan – jalan yang membuat rakyat terisolasi bukan saja di pegunungan seperti Hukuanakota tapi juga ada dibeberapa wilayah kecamatan dikabupaten SBB.
Untuk itu jalan – jalan tersebut menjadi prioritas dan sudah masuk dalam planning pemerintah daerah.ujarnya.

Untuk diketahui jalan pegunungan desa Hunitetu ke Hukuanakota dibuka akses saat kepala daerah mantan Gubernur Maluku Karel Alberth Ralahalu .Dan tidak lama mantan Gubernur Karel selesai masa tugasnya jalan belum diselesaikan , pekerjaan tersebut tidak diteruskan oleh Penggantinya sehingga menyengsarakan rakyat pegunungan.