Dr Grisye Sahetapy : (Dokter di Puskesmas Perawatan Haruku Sameth Kab.Maluku Tengah). Penyakit Tuberkulosis (TB) dapat menjangkiti setiap orang baik di pedesaan maupun perkotaan, dengan tidak mengenal batasan umur dan kelompok tertentu. Tuberculosis masuk dalam 10 besar penyebab kematian didunia tahun 2015. WHO tahun 2016 ditingkat Global diperkirakan 10.4 juta kasus TB baru dan 1.8 juta kematian/tahun karena TB.

Tuberkulosis adalah suatu Penyakit Infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. terutama menyerang paru-paru. Bakteri ini dapat bertahan hidup baik pada keadaan udara kering maupun keadaan dingin. Sumber utama penularan adalah penderita TB. Pada saat batuk atau bersin, penderita menyebarkan bakteri secara droplet. Jika droplet terhirup maka bakteri akan masuk ke dalam paru-paru melalui saluran napas, kemudian bakteri dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui sitem peredaran darah dan sistem saluran limfe. . Penyebaran Mikrobakteria secara droplet dengan diameter 1-5 µm dihirup dan mencapai alveoli. Ada beberapa Jenis Mycobacterium yang menginfeksi manusia salah satu diantaranya yaitu Mycobacteria Tuberculosis. Mycobakteri berbentuk basil, merupakan bakteri aerobic berbentuk spora. Pewarnaan Ziehl-Neelseen digunakan untuk identifikasi bakteri tahan asam.

Penemuan Pasien TB yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI bagian Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Jakarta 2017, Pada Pemeriksaan Klinis berdasarkan gejala dan tanda TB yang meliputi : Gejala utama : batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih, khusus pada pasien dengan HIV positif batuk sering kali bukan merupakan gejala TB yang khas. Gejala tambahan : dahak bercampur darah, batuk darah, sesak napas, dan rasa nyeri dada, badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan turun, rasa kurang enak badan (malaise), berkeringat pada malam hari walaupun tanpa kegiatan, demam meriang yang berulang lebih dari sebulan. Gejala-gejala tersebut dapat juga dijumpai pada penyakit paru selain TB seperti Bronkhitis Kronis, Asma, kanker paru, Bronkiektasis, dan lain-lain.

Pada anak dengan satu atau lebh gejala khas TB : Batuk ≥ 2 minggu, demam ≥ 2 minggu, BB turun atau tidak naik dalam 2 bulan sebelumnya, Malaise ≥ 2 minggu, gejala-gejala tersebut menetap walau sudah diberika terapi, dan dilakukan Skoring sistem TB Anak. Penemuan kasus TB lebih awal dapat dilakukan skrining gejala maupun skrining radiologis harus dievaluasi untuk menegakkan diagnose TB dengan Pemeriksaan Bakteriologis yaitu Pemeriksaan Mikroskopis langsung Dahak, Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler , Pemeriksaan Biakan, Pemeriksaan Penunjang Lain, Pemeriksaan Uji Kepekaan Obat. Sedangkan untuk diagnosa TB Ekstra Paru dapat ditambahkan Pemeriksaan Histopatologis dan Biopsi Jaringan langsung menggunakan Jarum Halus (FNAB/Fine Needle Aspirate Biopsy) dan jaringan pada pasien dengan kecurigaan TB Kelenjar atau TB jaringan lain. Sedangkan pada Anak dapat dilakukan TCM, Foto Thoraks, dan Uji Tuberkulin .

Pada Tahun 1906 Vaksin BCG berhasil ditemukan. Lama sesudah itu mulai ditemukan obat Anti Tuberculosis (OAT) pada 1943. Streptomisin ditetapkan sebagai Anti Tuberculosis pertama yang efektif. Tahun 1951 ditemukan Izosianid (INH). Tahun 1952 ditemukan Piazinamid, dan Rimfapisin tahun 1957. Ethambutol tahun 1962, Cycloserin tahun 1952 , dan Ethionamid tahun 1956. Kemajuan dalam pengobatan TB munculah masalah Resistensi Obat. Epidemi HIV/AIDS yang terjadi pada 1980 memperparah TB. Sehingga pada akhir tahun 1980an dan awal 1990an dilaporkan adanya Resistensi terhadapat OAT. Penyebab Resistensi Obat dapat disebabkan banyak hal, antara lain, ketidakteraturan pasien meminum obat sampai tuntas, informasi yang didapat mengenai penyakit yang diderita masih minim, adanya, pengawasan minum obat terhadap pasien masih kurang, serta gizi dan sanitasi kesehatan, lingkungan, ventilasi udara serta sinar matahari yang tidak cukup, dosis yang tidak adekuat, kondisi ini memudahkan penyebaran penyakit TB dan Resistensi OAT makin meningkat.

Pada tahun 1991 WHO membagi terapi TB dalam empat kategori, namum seiring berkembangnya penyakit TB dan Resistensi Obat maka WHO merekomendasikan strategi penyembuhan jangka pendek dengan pengawasan langsung, yang dikenal dengan istilah DOTS (directly Observed Treatment Short Course). Strategi DOTS menggunakan kombinasi obat. Strategi WHO “End TB Strategi” yang diadopsi oleh semua Negara Anggota PBB dimana tiga pilar yang diperlukan secara efektif untuk mengakhiri epidemic TB sampai 2030 yaitu , Pilar pertama berintegrasi antara pasien, pusat pelayanan dan pencegahan terhadap penyakit. Pilar kedua yaitu menetapkan Kebijakan dan system pendukung lainnya dan Pilar ketiga yaitu penemuan intensif dan inovasi. Agar End TB Strategi dari WHO tercapai maka diperlukan peran serta dari berbagai pihak.

Pencegahan utama dengan M. Tuberculosis adalah dengan menemukan pasien TB secara dini dan juga TB pada pasien ko-morbid serta mengobati dengan tuntas, sehingga tidak terjadi penularan kembali. Melalui Peraturan Menteri Kesehatan No 67/2016 tentang penanggulangan TB dimana penemuan pasien TB dilakukan secara pasif, intensif, aktif dan masif berbasis keluarga dan masyarakat dengan memperkuat jejaring layanan dan kolaborasi layanan. Penemuan kasus TB ditindak lanjuti dengan Pemeriksaan lanjutan dan segera diobati sampai tuntas sehingga memutuskan mata rantai penularan TB. Program Pemerintah melalui TOSS TB perlu dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan. Untuk masyarakat perlu diberi informasi yang jelas tentang penyakit TB sehingga tidak menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat dan secara sadar dan peduli pada penyakit TB sedini mungkin untuk berobat agar tidak menular terhadap keluarganya dan orang disekitarnya. Perlu Kesadaran yang tinggi dari kita semua bahwa TB paru dapat diobati dan bukan penyakit Turunan seperti yang selama ini ada dalam pikiran masyarakat. Pemakaian obat OAT secara tepat dan benar bukan saja dokter tapi juga petugas medis yang lain yang jauh dari jangkauan Fasilitas Kesehatan sehingga Pemakaian OAT tidak disalahgunakan agar tidak terjadi resistensi obat. Jadi semuanya dikembalikan pada kita semua. Ayo TOSS TB.