Desa Merdeka – Ambon : Orang Maluku siapa yang tidak bangga kalau anak asli Maluku berada dipusaran Hukum Negara Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Sudah Pasti ada kebanggaan sekaligus rasa terharu bila ingatan kita diakhir decade ini menipisnya tokoh-tokoh Maluku di struktur Lembaga Hukum Negara ditingkat Nasional.

Sebagai orang Maluku kembali merasa keringanan beban physicology maupun harkat dan martabat Ke Malukuan yang selama ini dipikul sebagai Daerah Termiskin, maupun Tertinggal diperingkat ke 33 UKG di Indonesia akibat salah satu dari tidak tuntasnya penegakan supremasi hukum di Maluku ketika berbagai kasus – kasus korupsi yang tidak tuntas ditangani, malahan hilang, tidak tertangani.

Dari suasana yang mengharukan itu, muncul sosok yang sangat bersahaja yang memiliki integritas diri tetapi juga dikenal memiliki disiplin yang tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai Abdi Hukum. Tidak lain adalah sosok seorang jaksa yang punya reputasi yang sangat dipercayai oleh Negara, yang biasa disapa Pa Herry. Lengkap namanya “Herman Adrian Koedoeboen, SH, MSi “.

Herman A. Koedoeboen, SH., M.Si jabatan sebelumnya Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo jabatan baru Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan. Melalui Komunikasi Ponselnya Desa Merdeka kepada Pa Herry meminta agar jabatan baru yang diembannya bisa diinformasikan kepada Masyarakat Maluku sekaligus sebagai pemberi semangat kepada generasi muda Maluku untuk berkompetisi di pentas Nasional dalam bidang penegakan hukum.

Atas konfirmasi Desa merdeka melalui Ponselnya beliau menyampaikan, tepatnya pada hari kamis tanggal 2 Juni 2016 bertempat disasana Baharudin Lopa Kejaksaan Agung (Kejagung) RI beliau dilantik oleh Jaksa Agung H.M.Prasetyo dalam jabatan Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM WAS) Kejagung RI bersama beberapa pejabat eselon II lainnya.

Sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAM WAS) adalah pembantu Jaksa Agung dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi kejaksaan di bidang Pengawasan. Untuk itu beliau meminta terima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat Maluku dimana saja, agar dalam mengemban tugas pada jabatan yang baru di Kejagung Republik Indonesia dapat dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Desa Merdeka mengkafer berbagai jenjang karier selama beliau bertugas dimana saja, selalu mendapat kepercayaan sebagai pimpinan Kejaksaan, karena memiliki kinerja yang dapat diyakini oleh pimpinan tertinggi bagi tugas yang diembannya termasuk saat bertugas sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati ) pada Provinsi Gorontalo. Dari Provinsi Gorontalo inilah beliau dilantik pada jenjang yang lebih tinggi yaitu menjadi Inspektur IV JAM WAS Kejagung RI.

Tercatat dalam sejarah penegakan Hukum, sebelum beliau bertugas di Gorontalo, pernah menjabat sebagai Wakil Kejati Maluku. Selama menjabat sebagai Wakajati Maluku banyak perubahan yang dilakukan dalam kerangka penegakan hukum di Maluku, termasuk memberantas makelar kasus (Markus).

Dalam pergaulan kesehariannya beliau sangat dekat dengan masyarakat, sehingga masyarakat sangat kenal kepribadiannya yang rendah hati dalam pergaulan sehingga nama seorang Jaksa yang sangat kental dengan sapaan Pa Herry, sangat sederhana dan selalu menyapa sahabat-sahabatnya, atau orang dekat maupun jauh dengan sapaan Pa. Tetapi selama dalam menjalankan tugas penegakan hukum, walaupun sahabat atau yang ada hubungan kekerabatan sekalipun semuanya harus tunduk kepada hukum, dan prinsip tebang pilih tidak ada pada sosok yang bersahaja ini.

Untuk itu ketika beliau dipindahkan ke Gorontalo sebagai Wakajati, banyak orang di Maluku merasa kehilangan dengan sosok yang familiar tetapi memiliki prinsip yang kuat, salah diatas yang salah benar diatas yang benar. ( 4/6/2016/*Chris)