Desa Merdeka – Ambon.
Sidang kasus dugaan penyerobotan lahan dan asset milik yayasan Alhilal dengan terdakwa Umar Atamimi, yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon semakin memanas.

Pasalnya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili kasus tersebut, menetapkan dan memerintahkan jaksa penuntut umum untuk menjemput dan menghadirkan secara paksa gubernur Maluku Ir. Said Assagaff dalam kapasitasnya selaku salah satu pengurus Yayasan Alhilal.

Penetapan dan perintah majelis hakim tersebut disampikan Herry Setyobudi SH, hakim ketua dalam sidang kasus tersebut Senin (9/10).

Dalam sidang kasus ini, terjadi saling adu argumentasi antara Jaksa Penuntut Umum dengan kuasa hukum terdakwa. Dimana kuasa hukum terdakwa tetap meminta majelis hakim guna menghadirkan secara paksa Said Assagaff. Lantaran Assagaff tidak pernah memenuhi panggilan jaksa walaupun telah dipanggil secara sah dan patut.namun dilain pihak, jaksa penuntut umum menyatakan tidak akan lagi menghadirkan saksi termasuk Said Assagaff.

Perdebatan sengit antara penasehat hukum terdakwa dengan jaksa penuntut umum ini akhirnya ditengahi majelis hakim. Dimana majelis hakim mengeluarkan penetapan dan perintah memanggil dan menjemput paksa Said Assagaff guna dihadirkan selaku saksi dalam perkara tersebut. Dimana rencananya Assagaff akan dihadirkan secara paksa pada sidang tanggal 23 Oktober 2017 nanti.

Sementara itu jaksa penuntut umum dalam kasus ini, Ester Wattimury kepada wartawan seusai persidangan mengatakan. Pihak kejaksaan akan melaksanakan penetapan dan perintah majelis hakim guna menghadirkan secara paksa Said Assagaff.(JWL).
Demikian seperti dilansir media online Fakta Maluku hari ini 09/10/2017 sidang lanjutan kasus Yayasan Alhilal.
Sumber : http://faktamaluku.com