Nggak seperti biasa Gombloh pemuda desa yang tinggal di batas hutan pinggir desa mendatangi rumah kepala desa. Kepala Desa yang baru saja dilantik pun menyambut kedatangan kedatangan Gombloh yang dia kenal sebagai pendukungnya saat pilkades setengah tahun lalu, dan dikenal pemuda yang lugu.

Gombloh : Selamat pagi pak kades…

Kades : Eh, apakabar bloh, ayo masuk…. Yu nem… bikinkan es sirup kesenengan gombloh..

Gombloh : wah pak Kades masih saja inget kesenangan saya…

Kades : kamu khan pendukungku ta, ya pasti aku harus tahu kesenanganmu… he he he he.. ada apa ini, kayak ada yang penting. Bapak ibu sehat ta mbloh…?

Gombloh : Alhamdulillah semua sehat, salam dari bapak sama emak

Kades : ya.. tak tampa salame…. Gimana gima nih…?

Gombloh : pak kades, saya ini sedang bingung.., ini saya banyak dapat amplop dari pak perangkat, karang taruna dan timses timses caleg pemilu besuk…

Kades : lah kok bingung… ?, kamu nggak minta ta…? Itu rejeki kamu…

Gombloh : iya memang, rejeki saya. Tapi mereka yang kasih amplop bilang, pilih yang di kartu itu ya…

Kades : lah tinggal dicoblos saja sesuai pesan di kartu itu.

Gombloh : Lah ini segini banyak, beda partai benda nama, lah bikin pusing

Gombloh mengeluarkan sampai lebih dari 10 amplop, pada saat bersamaan keluarlah es sirup dibawa yu nem pembantu pak kades.

Yu Nem : ini es sirupnya mas gombloh,…. Waduh banyak duit ini mas gobloh, banyak amlopnya

Gombloh : kalo yu nem mau, ambil saja…

Yu nem : Nggak mas, matur nuwun… saya juga dapat tapi nggak sebanyak itu….

Kades ; itu diminum dulu, nanti kita ngobrol…

Gombloh pun meminum es sirup framboze merah kesenangannya

Kades : kalo menurut kamu gimana…?

Gombloh : saya bingung, kalo saya nggak coblos mereka, artinya saya tidak amanah, tapi kalo saya coblos nama nama mereka, kena hukuman nggak pak kades…?

Kades : kamu mau pake apa uang di amplop itu…?

Gombloh : saya nggak akan pake, rencana saya mau serahkan mushola aja biar ada manfaatnya.

Kades ; ya kalo begitu, bagus juga. Tapi baiknya kamu nyoblos sesuai pilihanmu

Gombloh : pilihan saya ya biar nggak dianggap ingkar, saya akan coblos semua nama yang ada di amplop amplop itu

Kades : lah, nanti kertas suaramu dihitung rusak…?

Gombloh ; Mereka pas memberi amlop bilangnya.. “bloh jangan lupa, coblos nama yang ada di amplop itu”. Nggak dosa ta pak kades kalo nyoblos banyak, nggak dihukum ta…?

Kades : ya nggak dihukum, Cuma suaramu nanti nggak dihitung, dianggap rusak saja… nggak ada hukumnya salah coblos masuk penjara….. ha ha ha ha

Gombloh : syukurlah kalo gitu, saya ke sini mau memastikan kalo nyoblos banyak itu nggak ada hukuman dari peka kades atau dari polisi

Kades : ya terserah kamu… kamu punya hak milih…

Ini hanya cerita khayalan saja… yang mungkin bisa terjadi… banyak coblosan di satu lembar kertas karena banyak yang membagi uang…..