Pace

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta, Desa Merdeka — Penegakan kedaulatan maritim Indonesia menjadi salah satu perhatian penting dalam Konggres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-XIX.

Konggres yang sedianya akan dilaksanakan pada tanggal 5 – 9 September 2015, di kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut mengusung tema : “Mewujudkan kedaulatan maritim Indonesia melalui Trisakti Bung Karno” terang Raden Karno Balubun Ketua (Komite Organisasi) Presidium GMNI, yang di hubungi via telepon Rabu (27/08).

Raden Karno yang juga mantan Ketua DPC GMNI Manokwari ini menjelaskan
“Bidang maritim adalah salah satu program pembangunan Indonesia yang akhir-akhir ini menjadi fokus utama untuk diandalkan dalam rangka mengakselerasi kemajuan bangsa. Julukan Indonesia sebagai bangsa maritim dengan lautnya yang sangat luas tidak terbantahkan lagi. Hamparan 17.508 pulau dengan panjang pantai lebih dari 1/8 panjang keliling bumi, dan wilayah laut seluas 5,8 juta km2, serta cakupan ZEE seluas 2,7 km2 merupakan potensi yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Akan tetapi, ternyata baru sekitar 10% yang mampu dirambah, dan inipun baru dalam tataran pengeksploitasian SDA laut, padahal masih banyak yang masih membutuhkan pikiran dan tangan-tangan terampil anak bangsa untuk mengantisipasinya”.

“Namun berbagai problem yang menghadang maritim Indonesia tersebut tentu tidak bisa hanya dilimpahkan kepada pemerintah, akan tetapi masyarakat dan semua stakeholder mesti terlibat. Dalam rangka itulah GMNI terpanggil untuk turut serta memberikan sumbangsih pemikiran guna kemajuan dan kedaulatan Maritim Indonesia. Agar di laut kita jaya di darat kita kaya (Jalesveva jayamahe)” Terang Raden Karno.

Sementara itu ketika ditanyakan soal bursa kandidat Ketua PRESIDIUM GMNI dalam Kongres nanti, pria yang sering disapa Bung Karno ini juga telah mendapat dukungan penuh dari DPC GMNI asalnya yaitu GMNI Manokwari.

Hal tersebut ditegaskan ketua DPC GMNI Manokwari Lamek Dowansiba, menurutnya “Kader-kader GMNI Papua sudah siap merebut ruang dan harus mampu berkompetisi secara sehat untuk berkontribusi membangun Indonesia. Apalagi kami telah melewati sebuah fase sejarah yang panjang di GMNI Papua, sejarah telah mencatat bahwa Bung Raden Karno Balubun adalah Kader GMNI Yang memiliki loyalitas dan dedikasi yg tinggi terhadap pembangunan GMNI di Tanah Papua dan di Indonesia lainnya”.

“Kehadiran Bung raden Karno di Presidium GMNI adalah bukti nyata dari loyalitas dan komitmennya terhadap organisasi, dan Idiologi besar Marhaenisme. Oleh karena itu, kami barisan perjuangan GMNI dari Papua juga merasa terpanggil untuk membangun Indonesia, dari papua. kami akan hadir seperti matahari dengan satu tekad yang bulat kuat, yaitu Persatuan Indonesia” terang Lamek Dowansiba menambahkan.

Senada dengan ketua DPC GMNI Manokwari, Raden Karno juga menegaskan “Seluruh peserta KONGRES GMNI dari Sabang sampai Merauke harus mampu melakukan konsolidasi organisasi, agar mampu menjawab tantangan zaman. Hal yang tidak kalah pentingnya juga adalah konsolidasi Idiologi, tentu untuk membangun dialektika yang dapat memberikan konstribusi bagi masyarakat bangsa dan negara lndonesia”.

“Saya berharap tidak ada lagi dialektika dan dinamika yang tidak menguntungkan organisasi kita. Jangan lagi ada politik adu domba diantara kader, tetapi yang harus di bangun adalah semangat ‘gotong royong’” tegasnya mengakhiri.