Desa Merdeka – Ambon : Setelah Presiden Joko Widodo memutuskan proyek pengembangan gas alam cair (liquid natural gas /LNG ) di Blok Masela akan dibangun didarat, Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Barnabas Orno,meminta kepada Pemerintah Pusat dan Pihak kontraktor dari INPEX Coorporation agar dapat menentukan lokasi pembangunan kilang gas blok Masela secara arif dan bijaksana.

Permintaan ini disampaikan Barnabas Orno menyusul adanya tarik ulur antara Kabupaten Maluku Barat Daya MBD) dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB),yang sama-sama mengklaim ladang gas itu berada di wilayahnya masing-masing. Saya minta penempatan lokasi ini harus secara arif. Pa Menteri, Pa SKK Migas,Pa Gubernur harus arif dan pihak kontraktor agar berlaku arif soal ini,Ucap Barnabas kepada wartawan seperti dilansir kompas.com 25/3/3016.

Sejalan dengan itu, Gerakan Mahasiswa Maluku Barat Daya (GEMA-MBD) melalui Ketua E.Termas menyampaikan kepada Kontributor Desa Merdeka 27 /3/2016 bahwa Gema-MBD meminta dengan hormat kepada SKK Migas maupun Pemerintah Pusat dalam hal ini Presiden agar Pembangunan Kilang Gas Masela ditentukan secara Arif sesuai wilayah MBD yang paling dekat dengan Blok Masela.

Menurut mereka nama Masela diberikan saat Kabupaten MBD belum dimekarkan dari Kabupaten MTB ,yang sebetulnya Nama Masela yang benar adalah Masela yang berada diwilayah Maluku Barat Daya yang sudah terlepas dari kabupaten induk MTB. Untuk itu GEMA –MBD AMBON MENYATAKAN SIKAP TERHADAP PEMERINTAH PUSAT :sebagai berikut :

  1. Kami GEMA-MBD Ambon dengan ini menyatakan sikap kepada Pemerintah Pusat terkait pembangunan KILANG MINYAK harus bangun di Kabupaten MALUKU BARAT DAYA bertempat di Pulau Babar Kecamatan Babar Timur.
  2. Kami GEMA-MBD mendesak Pemerintah Pusat untuk secepatnya mendirikan Sekolah Kejuruan Pertambangan di Kabupaten MALUKU BARAT DAYA bertempat di Pulau Masela,.
  3. Kami GEMA-MBD mendesak INPEX untuk secepatnya membuka kursus pertambangan selama enam bulan terhadap anak daerah MBD Dan MTB, karena hal tersebut merupakan janji yang pernah di sampaikan oleh pihak Inpex sendiri pada saat pertemuan resmi dengan kami, sesuai bukti rekaman percakapan kami pengurus GEMA-MBD dengan INPEX.
  4. Kami GEMA-MBD mendesak Menteri ESDM untuk turun di Kabupaten MALUKU BARAT DAYA melihat dan memahami letaknya Blok Masela dengan Kabupaten Maluku Barat Daya,dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat.
  5. Kami mendesak INPEX untuk secepatnya melakukan Rekrutmen terhadap putra daerah MALUKU terlebih khususnya MBD Dan MTB.
  6. Kami GEMA-MBD mendesak INPEX untuk secepatnya memutuskan pembagian Dana Bantuan sosial dalam Hal ini harus di bagikan atas tiga bagian. Yaitu, Kab. MBD, Kab. MTB Dan Provinsi MALUKU.
  7. Kami GEMA-MBD mendesak kepada Pihak Inpex untuk secepatnya memberikan beasiswa S1, S2 Dan S3 kepada putra-Putri daerah Provinsi MALUKU lebih khususnya Kab. MBD Dan MTB.
  8. Kami GEMA-MBD mendesak kepada pihak INPEX untuk dalam proses Rekrutmen tenanga kerja dalam Blok Masela ini harus ada keadilan, dalam Hal ini MBD 45% MTB 40% Dan 15% basudara kita 11 kabupaten Kota yang ada di Provinsi MALUKU.
  9. Kami mendesak Bapak Presiden RI, untuk menyelaskan arti dari nama BLOK MASELA. Karena Nama Blok Masela ini berada di Kabupaten MALUKU BARAT DAYA,.
  10. Kami juga mendesak pemerintah pusat untuk secepatnya merubah itu administrasi yang telah di tandatangai oleh Bupati Dan Wakil Bupati MTB Bapak. B. Temar Dan Bapak. B.N. Orno, karena secara letak geografis Blok Masela itu berada di Kabupaten MALUKU BARAT DAYA, kami Kabupaten MBD sudah menjadi kabupaten sendiri Dan terlepas dari Kabupaten MTB, maka itu harus administrasinya di rubah.
  11. Kami mendesak INPEX, SKK MIGAS, Dan Menteri ESDM untuk secepatnya turun di Pulau Masela.
  12. Kami GEMA-MBD mendesak dengan tegas kepada pihak Inpex untuk mendirikan ASRAMA MAHASISWA Kabupaten, MBD Dan MTB di Kota Ambon.
  13. Kami GEMA-MBD Ambon memintah Kepada Pemerintah Pusat harus jujur tekait letak Dan keberadaan Blok Masela,.

Gema-MBD mohon maaf sebelumnya kepada saudara-saudariku dari Kab.MTB atas pernyatan sikap kami dengan tidak sedikitpun bermaksud untuk membuat kita kedua kabupaten yang merupakan kabupaten Adik dgn kakak untuk berkelahi, tetapi bersama teman-teman GEMA-MBD mendudukan hal yang benar untuk di ketahui, kita harus ingat bahwa para leluhur kita tidak buta terhadap pembohongan publik yang di buat oleh pemerintah pusat terhadap kita.

Untuk itu ,Ini adalah sekilas pemberitahuan untuk kita semua ketahui, karena Hal2 ini kami akan tuangkan dalam satu surat Dan kirim kepada presiden dalam waktu dekat ini. Dan ini juga akan di bagikan kepada semua Wartawan yang ada.

Maka hal demikian mohon disebarkan ke semua Grup yang ada agar semua Khalayak mengetahuinya tentang kebenaran terkait letak Dan keberadaan Blok Masela itu yang sebenarnya berada di KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA tetapi pemerintah pusat memutar balikan fakta yang ada. Ambon 27 Maret 2016.
Hormat Pengurus GEMA-MBD

Ketua Umum. Nus Termas
Sekretaris Umum. Alfrens Lelau.(27/03/2016/Chrs)