Desa Merdeka – Ambon : Masalah Penggusuran Hak adat rakyat Kabupaten Taliabu Provinsi Maluku Utara memanas di Kantor KOMNAS  HAM RI  Jakarta Hari ini Kamis  4 Mei 2017 dini hari oleh Front Kapata Maluku Raya dikawal  empat orang anak asli Taliabu didampingi aktivis Fredy Ulemlem SH . Mereka datang langsung dari Kab. Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara yang didampingi juga KONTRAS, KPA, JATAM, WALHI, melakukan aksi di depan kantor KOMNAS HAM RI.

Melalui Ponselnya Fredy Ulemlem, Kontributor Desa Merdeka dikontak pada sore sekitar Jam 16.30 Wit. Dijelaskan bahwa Aksi tersebut di lakukan dalam rangka menagih janji KOMNAS HAM RI yang pada saat itu berjanji akan mengutus Timnya untuk segera turun di Kab.Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara dalam rangka melakukan investigasi terkait dengan kekerasan yang terjadi pada warga Taliabu yang pada itu saat berjuang untuk hak-hak mereka pada perusahan dan pemerintah daerah, baik pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi.

Sejak warga menyampaikan laporan tertanggal 7 maret 2017 sampai dengan saat ini belum ada tindakan apa apa yang nayata dari KOMNAS HAM RI. Yang dilakukan selama ini hanya menyurati lembaga lembaga Negara lainnya padahal yang dibutuhkan masyarakat adalah bukan saja melalui surat menyurat antar lembaga tetapi juga turun di lapangan untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang selama ini diselimuti dengan rasa takut dan trauma yang luar biasa seperti yang dipublikasi oleh Desa Merdeka beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, Pada saat aksi sementara berjalan di depan kantor KOMNAS RI, datanglah salah satu komisioner KOMNAS HAM asal Papua yakni : Bapa Natalius Pigai dan bertanya kepada kami apa yang didemokan disini, kemudian terjadi percakapan  antara kami dengan beliau terkait dengan kasus yang didemokan dan kamipun di silahkan masuk untuk duduk bersama di ruangan pengaduan serta membahas kasus ini dan mengomfirmasikan laporan kami tertanggal 7 Maret 2017 lalu sekaligus memastikan langka KOMNAS HAM RI selanjutnya untuk kasus Taliabu. Kami mendesak KOMNAS HAM RI segera membentuk tim gabungan pencari fakta.

KOMNAS HAM RI mengatakan akan segera merealisasi laporan kami tertanggal 7 maret 2017 tersebut dan akan segera menyurati kapolri terkait juga dengan kasus kekerasan yang di lakukan aparat brimob Polda Maluku Utara dan juga Polres Kepulauan Sula.

KOMNAS HAM RI juga akan menyurati pihak pengadilan Sanana untuk meminta pertanggung jawaban hukum kasus 10 orang warga Taliabu yang disidangkan di dipengadilan Negeri Sanana.

KOMNAS HAM berjanji secepatnya akan mengutus tim untuk turun langsung di Kab.Pulau Taliabu. KOMNAS HAM juga mendapat tekanan yang keras dari pendamping masyarakat Taliabu oleh  Fredy Moses Ulemlem SH bersama kawan-kawannya  pada saat berdialoh di ruangan pengaduan tindak kekerasan.

Menurutnya, Front Kapata Maluku Raya pada saat aksi tadi sempat menyegel kantor KOMNAS HAM RI mulai dari pintu pagar sampai pintu masuk kantor KOMNAS HAM sehingga para pegawai dan para komisioner tidak bisa keluar masuk. hal itu di lakukan karena akibat dari janji KOMNAS HAM RI yang belum di realisasi sejak laporan dimasukan sampai dengan hari ini, di tambah lagi dengan tidak ada tanggapan dari siapapun terhadap masa aksi yang sedang berorasi. Namun aksi tersebut dapat diredam dan segel dapat di buka kembali ketika datangnya komisiner KOMNAS HAM asal papua itu dan menerima masa aksi untuk membicarakan kasus Taliabu.

Adapun yang menjadi tuntutan Front KAPATA Maluku Raya, yaitu:

  1. Mendesak komnas HAM untuk membentuk tim gabungan melakukan investigasi di kabupaten pulau Taliabu.
  2. Mendesak KOMNAS HAM untuk berkordinasi dengan lembaga lembaga terkait (ESDM,KEMEN.KEHUTANAN,KEMEN.AGRARIA, DLL.) untuk membahas permasalahan perampasan ruang hidup di kabupaten pulau Taliabu Maluku Utara.

Akhir dari dialog dengan KOMNAS HAM, KOMNAS HAM MENANGGAPI SERIUS dan LAPORAN KAMI akan segera di tindak lanjuti. Kami berjanji,  FRONT KAPATA MALUKU RAYA Akan terus mengawal permasalahan perampasan ruang hidup di kabupaten pulau Taliabu. (5/5/2017/*Chris)